Tiongkok Larang Keras Peredaran Konten Mukbang, Kenapa?
SerbaSerbi

Pemerintah Tiongkok melarang keras beredarnya konten mukbang di media sosial. Bagi yang melanggar mereka akan mendapatkan peringatan dan 'sensor' khusus di aplikasi media sosialnya.

WowKeren - Konten video yang menampilkan orang makan dalam jumlah besar atau mukbang tengah digemari para pengguna internet. Tak sedikit yang mencari nafkah dengan membuat konten tersebut, salah satunya influencer Korea 'Muk Sna' atau 'a.bite'.

Sayangnya, di Tiongkok konten bernama mukbang tersebut rupanya dilarang keras. 'Muk Sna' sendiri adalah pembuat konten yang mengikuti dua tren internet besar yang disebut Mukbang dan ASMR.

Ia telah mengumpulkan penggemar dari seluruh dunia dengan konten menyaksikan cara dia menyajikan dan memakan sepiring makanan yang ditata. Ia juga memiliki lebih dari enam juta pengikut di TikTok yang hampir setiap hari menonton konten mukbang-nya dengan mengunyah dan melahap makanan di piring-piring besar.

"Saya mulai memposting ke TikTok lebih dari dua setengah tahun yang lalu," ujarnya dilansir BBC, Sabtu (22/8). "Dan saya telah membuat 270 video dalam satu setengah tahun terakhir."

Pemerintah Tiongkok saat ini tengah gencar menindak video yang mengandung konten mukbang. Pemerintah setempat berpendapat bahwa Negeri Tirai Bambu itu harus tetap mempertahankan rasa krisis tentang keamanan pangan.


Jaringan berita CCTV membuat laporan kritis tentang para mukbanger yang menarik perhatian mereka dimana mereka mengonsumsi makanan bergunung-gunung saat siaran langsung. Dan, tak lama kemudian, perusahaan media sosial mengambil tindakan. Jadi, siapa pun yang menelusuri istilah seperti "acara makan" atau "makan siaran langsung” akan segera menerima pemberitahuan peringatan.

Untuk pengguna aplikasi Kuaishou akan diberi peringatan untuk "menghemat makanan," sedangkan di Douyin atau aplikasi TikTok Tiongkok akan memunculkan peringatan yang mengatakan: "Hargai makanan, jangan buang, makan dengan benar dan hidup sehat."

Bagi mereka yang melanggar larangan tersebut seperti beberapa bintang mukbang paling sukses di Tiongkok akan mendapatkan "sensor" di berbagai platform Tiongkok. "Pengguna sudah mulai menghapus video makan mereka secara manual," ujar analisis media BBC China, Kerry Allen.

Meski demikian, Allen menilai jika mereka tetap nekat melanggar, mereka pasti akan dipermalukan secara online karena video mereka sebelumnya dapat disimpan oleh orang lain. "Pengguna media sosial telah mengambil kesempatan untuk mulai menamai dan mempermalukan mereka”

Namun, hal larangan serta peringatan ini rupanya tak muncul di aplikasi Tiongkok yang diterapkan di luar Negeri Tirai Bambu. "Platform media sosial di Tiongkok telah lama khawatir tentang konten di platform mereka yang dianggap berlawanan dengan apa yang pedoman mereka. Jadi, para influencer akhirnya hanya bernyanyi bersama untuk lagu - atau makan," pungkas Allen.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait