Ternyata Obat Hipertensi Bisa Kurangi Tingkat Keparahan COVID-19, Begini Penjelasannya
Health

Penelitian pada masa awal pandemi menyebut pengobatan hipertensi bisa memperburuk kondisi klinis pasien COVID-19. Namun hasil riset terbaru ini membantah anggapan sebelumnya.

WowKeren - COVID-19 diketahui menyerang setiap individu tanpa pandang bulu, termasuk apabila sang pasien sudah memiliki penyakit penyerta alias komorbid. Untuk pasien dengan kondisi khusus seperti ini, jelas diperlukan perawatan berbeda, yang belakangan terungkap malah membuat tingkat keparahan COVID-19 yang dialami menurun.

Lebih detail dijelaskan, untuk pasien COVID-19 dengan tekanan darah tinggi alias hipertensi ternyata bisa menurunkan derajat keparahan gejala klinisnya menggunakan obat yang biasa dikonsumsi. Temuan ini pun sontak mematahkan anggapan sebelumnya yang menyebut konsumsi obat hipertensi bisa menyebabkan penyakit COVID-19 makin parah.

Obat yang bisa dikonsumsi untuk menurunkan tingkat keparahan gejala klinisnya adalah jenis angiotensin-converting enzyme inhibitors (ACEi) atau angiotensin receptor blockers (ARB). Namun perlu persyaratan khusus agar efek yang diinginkan lebih tampak, yakni apabila obat itu dikonsumsi dalam jumlah maksimal 0.67 kali dosis normal.


Temuan ini menyebabkan tim medis bisa meresepkan obat hipertensi untuk membantu mengendalikan kondisi pasien COVID-19 dengan penyakit komorbid tersebut. Namun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk pasien-pasien dengan kondisi penyerta lain seperti gangguan jantung, gagal ginjal, diabetes, hingga stroke.

"Seiring dengan dunia yang bersiap-siap menyambut gelombang kedua infeksi, perlu diingat bahwa seberapa pentingnya metode pengobatan ini untuk pasien COVID-19," ujar Dr Vassilios Vassiliou selaku peneliti utama. "Penelitian kami menunjukkan bukti agar tim medis bisa melanjutkan pengobatan seperti ini pada pasien COVID-19 dengan hipertensi."

Sebelumnya pasien COVID-19 dengan penyakit penyerta hipertensi merupakan salah satu yang terburuk. Penelitian di Inggris menunjukkan bahwa hipertensi, yang menyerang satu dari empat orang dewasa di Inggris, dapat menurunkan kesempatan sembuh pasien COVID-19 secara cukup signifikan.

Penelitian pada awal pandemi bahkan menyebut metode pengobatan pasien hipertensi lah yang menyebabkan kondisi gejala klinis COVID-19 nya kian buruk. Kala itu muncul dugaan bahwa metode pengobatan hipertensi yang dilakukan bersamaan dengan COVID-19 menyebabkan virus Corona jadi semakin terfasilitasi untuk menginfeksi sel sehat lain. Karena itulah selama ini paramedis menghentikan sementara pengobatan hipertensi apabila sang pasien juga mengidap COVID-19, suatu keputusan yang juga berbahaya bagi kelangsungan hidup individu tersebut.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait