WHO Sebut 3 Kelompok Ini Wajib Diprioritaskan dapat Vaksin Corona, Siapa Saja?
Health

WHO merumuskan skema distribusi vaksin COVID-19, yang saat ini masih dalam tahap pengembangan. Vaksin ini akan diprioritaskan bagi 3 kelompok masyarakat, simak selengkapnya berikut ini.

WowKeren - Saat ini berbagai negara berlomba-lomba memproduksi vaksin Corona. Dan meski sudah banyak kandidat vaksin potensial, tentu saja vaksin itu tak bisa serta-merta langsung diproduksi untuk memenuhi kebutuhan miliaran nyawa di muka bumi.

Oleh karena itulah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian menyiapkan skema untuk mengatur distribusi vaksin COVID-19. WHO menyebutkan 3 kelompok yang harus diprioritaskan untuk mendapat vaksin ini, siapa sajakah?

Mereka adalah petugas kesehatan, orang-orang dengan penyakit penyerta alias komorbid, dan lansia. Dalam sebuah briefing, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus membicarakan lebih detail soal skema ini.

"Awalnya ketika pasokan terbatas, penting untuk memberikan vaksin kepada mereka yang berisiko tertinggi di seluruh dunia," ujar Tedros, seperti dikutip dari Times of India pada Rabu (26/8). "Ini termasuk petugas kesehatan, karena mereka berada di garis depan dalam pandemi dan sangat penting untuk menyelamatkan nyawa dan menstabilkan sistem kesehatan secara keseluruhan."


"Ini juga mencakup orang-orang yang berusia di atas 65 tahun," imbuh Tedros. "Dan mereka yang memiliki penyakit tertentu yang membuat mereka berisiko lebih tinggi meninggal akibat COVID-19."

Para ahli kesehatan meyakini pedoman ini bisa meminimalisir risiko kematian akibat COVID-19 bila diterapkan dengan sungguh-sungguh. Sebab ketiga kelompok yang disebutkan di atas tadi merupakan "penyumbang terbesar" pasien meninggal akibat COVID-19 di dunia.

Kendati demikian, fakta di lapangan tak semudah kelihatannya. Seperti misalnya vaksin Rusia "Sputnik V" bahkan tak "melirik" kelompok berisiko tinggi seperti lansia untuk menerima suntikan tersebut.

Vaksin Rusia ini merupakan yang pertama didaftarkan untuk penggunaan publik di dunia, namun sedianya akan diberikan kepada sukarelawan yang sehat dengan usia antara 18-55 tahun pada tahap awal. Hal ini berarti, orang lanjut usia dan anak-anak telah dijauhkan pada fase pertama inokulasi.

Di sisi lain, WHO terus memberikan dukungan untuk produksi vaksin COVID-19. Saat ini, imbuh WHO, sudah ada 172 negara yang berminat menjadi bagian dari platform COVAX. Nantinya bersama GAVI dan CEPI (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations), negara-negara di COVAX akan memberi pendanaan dan kemajuan yang memadai dalam produksi vaksin.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait