Cek Suhu Di Kantor, WHO Ungkap Tingkat Efektivitasnya Untuk Cegah Corona
Pixabay
Health

Protokol kesehatan di lingkungan kantor, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan seberapa efektif pengecekan suhu dalam mencegah penularan virus corona.

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) telah menghantam Tanah Air selama hampir enam bulan sejak Maret 2020 lalu. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya hingga mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk menekan laju penyebaran virus corona.

Berdasarkan data dari covid19.go.id, Indonesia telah mencatat lebih dari 160 ribu kasus virus corona hingga Rabu (26/8). Meskipun kasus COVID-19 di Indonesia tinggi, namun pemerintah telah memutuskan untuk mulai melakukan berbagai pelonggaran aktivitas demi menyambut new normal.

Selain itu, pelonggaran aktivitas dilakukan agar bisa menggerakkan roda perekonomian. Apalagi, Indonesia saat ini telah terancam memasuki resesi jika pertumbuhan ekonomi di kuartal III pada September mendatang mengalami kontraksi.

Akibatnya, banyak perkantoran yang sudah mulai berkativitas kembali. Kampanye protokol kesehatan pencegahan COVID-19 pun terus dilakukan di lingkungan kerja demi mencegah munculnya klaster corona.

Salah satu protokol kesehatan yang dilakukan adalah dengan menerapkan pengecekan suhu di pintu masuk bagi para karyawan maupun pengunjung. Meski telah melakukan cek suhu, tetap saja klaster COVID-19 di lingkungan kerja masih terus terjadi.

Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas pengecekan suhu dalam mencegah penularan virus corona. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laman resminya telah menyatakan jika pengecekan suhu cukup penting dalam menekan laju penyebaran virus corona.


Menurut WHO, cek suhu sudah merupakan satu paket penerapan protokol kesehatan secara menyeluruh di perkantoran. Namun, WHO tetap mengingatkan jika hanya mengandalkan pengecekan suhu saja tidak cukup.

Pasalnya, pengecekan suhu sama sekali tidak bisa mendeteksi seluruh kasus hingga kesehatan seseorang secara pasti. Bahkan, WHO memperingatkan jika alat pengecekan suhu dapat terkecoh jika seseorang yang sakit sedang mengonsumsi obat penurun panas demi tetap masuk kerja.

”Cek suhu tidak bisa mendeteksi seluruh kasus COVID-19,” tulis WHO dikutip dari situs resminya, Rabu (26/8). “Karena individu yang terinfeksi mungkin tidak menunjukkan gejala tapi bisa menularkan penyakitnya.”

”Orang-orang juga bisa saja mengonsumsi obat penurun panas karena takut konsekuensi tidak masuk kerja,” sambungnya. “Mengandalkan pemeriksaan suhu saja tidak bisa menghentikan penularan COVID-19 di tempat kerja.”

Oleh sebab itu, WHO menyarankan agar seluruh karyawan selalu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin demi mengantisipasi penularan virus corona. Adapun cara yang lebih mudah adalah pihak kantor membagikan kusioner tentang kondisi kesehatan tubuh secara berkala kepada pegawai agar dapat diisi.

Pemilik usaha juga diminta melakukan kebijakan work from home jika ada karyawannya yang sakit atau menunjukkan gejala virus corona. Pasalnya jika sampai karyawan tertular COVID-19 saat bekerja, maka itu dianggap sebagai penyakit karena pekerjaan (occupational disease) yang menjadi tanggung jawab penuh perusahaan.

”Bila infeksi COVID-19 terjadi karena pekerjaan, bisa dianggap occupational disease,” terang WHO. “Bila terbukti maka harus dilaporkan serta dikompensasi sesuai standar perburuhan internasional dan nasional.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait