Sering Diragukan, Studi Ungkap Pakai Face Shield Terbukti Kurangi Risiko Penularan Corona
Health

Sering diragukan efektivitasnya, hasil studi terbaru mengungkapkan jika memakai face shield terbukti dapat mengurangi risiko penularan virus corona (COVID-19).

WowKeren - Masyarakat dunia saat ini telah menjalani kebiasaan hidup baru akibat pandemi virus corona. Setiap melakukan aktivitas, orang-orang saat ini wajib menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 seperti memakai masker dalam mencegah penularan virus corona.

Selain masker, face shield juga kerap digunakan untuk melindungi diri dari penularan COVID-19. Meski demikian, penggunaan face shield kerap diragukan efektivitasnya yang dinilai tidak bisa mencegah sebaik masker.

Namun baru-baru ini, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal medis Jama Network membuktikan jika pemakaian face shield sangat ampuh dalam menekan risiko penularan virus corona. Studi tersebut dilakukan dengan mengamati penggunaan face shield petugas kesehatan di India.

Dilansir dari Times of India, penelitian dilakukan terhadap 62 petugas kesehatan di Chennai, India yang sedang mengkonseling anggota keluarga pasien COVID-19 yang asimtomatik (tanpa gejala). Adapun tugas petugas kesehatan tersebut adalah melakukan sosialisasi tentang pentingnya protokol kesehatan virus corona.

Sosialisasi itu dilakukan dengan menginformasikan dan mendidik kontak keluarga individu positif virus corona tentang sanitasi tangan dan tindakan kebersihan pernapasan. Selain itu, sosialisasi juga dilakukan dengan menjelaskan pentingnya menjaga jarak, penggunaan masker wajah serta face shield yang benar.


Para petugas kesehatan tersebut sebelum melakukan pelatihan telah menjalani tes COVID-19, dimana hasilnya negatif. Petugas kesehatan juga diminta tinggal di hotel secara terpisah dan tidak boleh mengunjungi keluarga atau tempat umum selama pelatihan dilakukan.

Dalam melakukan pelatihan, para petugas kesehatan diberi obat antiseptik alkohol, masker bedah 3 lapis, sarung tangan, dan penutup sepatu sebagai alat pelindung diri untuk menasihati anggota keluarga pasien virus corona. Mereka mengunjungi 5.880 rumah antara 4 Mei dan 13 Mei.

Hasilnya, sebanyak 22 dari 62 petugas dinyatakan terinfeksi virus corona. Setelah hasil tersebut, petugas lainnya diberi tambahan face shield yang terbuat dari polietena tereftalat (ketebalan 250 μm) untuk kunjungan rumah dalam melakukan tugas mereka.

Sosialisasi tersebut dilakukan mulai 20 Mei dan 30 Juni dengan mengunjungi total 18.000 rumah. Hasilnya, tambahan face shield berhasil menekan risiko penularan virus. Tidak ada satupun petugas kesehatan yang tertular virus corona meskipun mengunjungi 2.682 warga yang terinfeksi COVID-19.

”Pelindung wajah mungkin telah mengurangi paparan okular atau kontaminasi pada masker atau tangan,” ujar peneliti seperti dilansir dari Times Of India, Sabtu (29/8). “Atau mungkin telah mengalihkan pergerakan udara di sekitar wajah.”

Meski demikian, peneliti tetap menekankan jika penggunaan face shield bukanlah sebagai pengganti masker. Face shield akan efektif jika tetap dipakai bersama dengan masker. Pemakaiannya sendiri harus lebih rendah dari dagu, harus melampaui telinga dan tidak boleh ada celah antara dahi dan topi baja pelindung.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait