Dicoret Dari Tanaman Obat, Ganja Ternyata Ampuh Sembuhkan 5 Penyakit Ini
Pixabay
Health

Sudah dihapus oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dari tanaman obat, ganja ternyata sangat ampuh dalam menyembuhkan 5 penyakit ini dibalik kontroversialnya. Apa saja?

WowKeren - Kementerian Pertanian (Kementan) telah memutuskan untuk mencoret ganja dari daftar tanaman obat. Salah satu alasannya karena penggunaan ganja sendiri masih menjadi hal yang kontroversial di Indonesia. Terlebih, orang yang memiliki atau menggunakan ganja di Indonesia merupakan perbuatan ilegal yang bisa dipidana.

Ganja sendiri merupakan salah satu jenis narkotika golongan I, dimana hal ini diatur dalam Undang-undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika (UU Narkotika). Pemakaian ganja secara rutin diketahui dapat memicu kecanduan hingga berbagai dampak buruk bagi kesehatan.

Meski demikian, penggunaan ganja kerap digunakan oleh sejumlah negara lainnya untuk keperluan medis. Sebut saja negara seperti Kanada, Uruguay, Jamaika, Thailand, bahkan Korea Utara yang melegalkan penggunaan ganja untuk mendukung penggunaan medis.

Penelitian juga mengungkapkan jika ganja memiliki manfaat dalam menyembuhkan sejumlah penyakit hingga untuk terapi. Berikut merupakan 5 manfaat ganja bagi penyakit fisik dan psikis:

1. Anti-nyeri neuropatik

Dalam penelitian yang diterbitkan jurnal CMAJ pada Oktober 2010 lalu, mengkonsumsi ganja terbukti dapat meredakan nyeri neuropatik. Nyeri neruropatik sendiri merupakan rasa nyeri yang disebabkan oleh kerusakan pada bagian saraf.

Penelitian ini turut melibatkan 23 peserta usia dewasa yang mengalami nyeri neuropatik pasca-trauma atau pasca-operasi besar. Mereka diminta untuk mengisap dosis 25 mg tonggal melalui pipa tiga kali sehari selama 5 hari.

Hasilnya, rasa nyeri peserta yang diukur menggunakan skala numerik menjadi jauh berkurang. Bahkan, para peserta mengaku mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik setelah mengkonsumsi ganja untuk pengobatan tersebut.

2. Radang usus kronis

Salah satu tanaman ganja berjenis cannabis sativa diteliti dapat membantu pasien yang memiliki penyakit radang usus. Penelitian ini kemudian dipublikasikan dalam jurnal Clinical Gastroenterology Hepatology tahun 2013 lalu.

Studi ini melibatkan sebanyak 21 pasien yang menderita radang usus kronis. Mereka kemudian dibagi menjadi dua kelompok dalam penelitian ini. Kelompok pertama diminta mengisap ganja sedangkan kelompok kedua diminta mengisiap plaseo (obat kosong).


Hasilnya mengejutkan, dimana kelompok pertama yang mengisap ganja berhasil mengalami peningkatan nafsu makan yang signifikan hanya dalam waktu 8 minggu. Selain itu, mereka juga mendapatkan kualitas tidur yang baik tanpa adanya efek samping yang buruk.

3. Terapi PTSD

Pemakaian ganja juga dapat membantu terapi psikis pada seseorang, salah satunya terhadap gangguan stress pasca-trauma (PTSD). Temuan ini terungkap dari hasil penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Behavioural Pharmacology pada 2016 lalu.

Hasil penelitian menunjukkan jika pengobatan yang mengandalkan suatu zat dalam ganja bernama cannabinoid mampu menurunkan gejala PTSD. Selain itu, terapi menggunakan ganja juga berhasil meningkatkan kualitas tidur, mengurangi frekuensi mimpi buruk, dan mengurangi hyperarousal (stres kronis).

4. Epilepsi

Penggunaan ganja untuk medis juga memiliki manfaat bagi gangguan neurologis lainnya, yakni epilepsi. Pengobatan ganja untuk epilepsi sendiri bahkan telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) melalui obat bernama Epidiolex.

Obat Epidiolex diketahui mengandung cannabidiol yang bermanfaat untuk mengobati kejang akibat epilepsi. Obat ini juga terdiri dari ekstrak ganja murni (98 persen berbasis minyak).

Persetujuan FDA tersebut dilakukan setelah mendukung sebuah penelitian di New England Journal of Medicine sejak 2017 hingga 2018 mengenai manfaat ganja bagi epilepsi. Hasil uji coba yang dilakukan dalam penelitian ini telah menunjukkan menunjukkan pemberian epidiolex mampu menurunkan gejala kejang lebih cepat dibanding obat lain.

5. Multiple sclerosis

Penelitian yang diterbitkan oleh Neurology mengungkap harapan baru mengenai manfaat ganja bagi penderita multiple sclerosis. Dijelaskan multiple sclerosis sendiri merupakan gangguan yang ditabdai dengan terganggunya komunikasi antara otak dan tubuh. Gejalanya adalah penglihatan mulai kabur hingga kelemahan otot.

Penyakit tersebut diklaim sulit diobati. Namun dalam penelitian tersebut, terbukti bagaimana sebuah pil dari ganja yang hanya diberikan sebagai bentuk tambahan obat dapat membantu pasien multiple sclerosis. Walau begitu, pengobatan ini sendiri masih memerlukan penelitian lebih lanjut karena belum bisa terbukti berdiri sendiri.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait