Begini Cara Sederhana Kenali Happy Hypoxia Pada OTG Corona
/Ilustrasi
Health

Happy Hypoxia menjadi penyebab utama banyak pasien COVID-19 yang mendadak memburuk kondisinya, bahkan berakibat kematian. Pakar paru-paru UGM pun membeberkan langkah sederhana mengenali gejala ini.

WowKeren - Happy Hypoxia merupakan salah satu komplikasi gejala klinis pada pasien positif COVID-19. Mirisnya, happy hypoxia juga merupakan penyebab utama banyaknya pasien COVID-19 meninggal dunia secara mendadak.

Tentu saja menjadi tantangan besar bagi pasien-pasien COVID-19 tanpa gejala, terutama yang menjalani isolasi mandiri, untuk bisa mengamati gejala yang dikenali sebagai silent hypoxia ini. Menanggapi hal itu, Pakar Penyakit Dalam Spesialis Paru-Paru (Internis Pulmonologis) FKKMK UGM, dr Sumardi, SpPD,KP, FINASIM., memberikan saran seperti berikut.

Sumardi meminta pasien untuk selalu memonitor kondisi tubuh. Kewaspadaan harus ditingkatkan apabila muncul gejala tubuh tiba-tiba lemas meskipun tak melakukan aktivitas yang menyebabkan energi tubuh berkurang seperti berolahraga.

"Kalau tiba-tiba merasakan lemas, tetapi makan dan minum masih biasa harus segera lapor ke rumah sakit," tegas Sumardi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/9). "Lemas ini karena oksigen di organ berkurang jadi harus cepat ke rumah sakit agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat."


Sebagai informasi, happy hypoxia adalah kondisi ketika pasien COVID-19 mengalami penurunan saturasi oksigen, alias kadar oksigen di dalam darah, namun umumnya pasien tidak merasakannya. Bahkan pasien cenderung bisa beraktivitas normal hingga tiba-tiba merasa sesak napas dan memerlukan perawatan intensif dari tenaga medis.

"Pada orang yang mengalami happy hypoxia ini tampak normal atau biasa-biasa saja. Karenanya sering dinamakan silent hypoxia sebab terjadi perlahan dan lama-lama lemas dan tidak sadar," terang Sumardi, dilansir dari Detik Health, Jumat (4/9).

Namun yang harus diingat adalah penurunan saturasi oksigen tak membuat pasien kesulitan bernapas maupun merasa terengah-engah. Saturasi oksigen di dalam darah baru bisa diamati dengan menggunakan alat pulse oximeter yang hanya didapatkan ketika pasien dirawat di rumah sakit.

Untuk happy hypoxia sendiri, dijelaskan Sumardi, terjadi karena adanya penjedalan di saluran pembuluh darah. Penjedalan atau penyumbatan ini karena reaksi peradangan alias inflamasi karena semakin berkurangnya kadar oksigen di dalam darah.

Jika tidak segera ditangani, penjedalan ini bisa saja terjadi di pembuluh-pembuluh darah krusial seperti menuju ginjal atau otak. Tentu saja bisa sangat berbahaya bahkan menyebabkan kematian.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait