Ilmuwan Bikin Kalkulator Prediksi Umur Manusia, Tertarik Mencoba?
SerbaSerbi

Melalui kalkulator ini, seseorang dapat mengetahui hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kualitas hidup mereka termasuk faktor medis dan gaya hidup.

WowKeren - Kalkulator menjadi salah satu contoh saksi kemajuan teknologi menghadirkan kemudahan untuk manusia dalam hal berhitung. Bahkan pada kalkulator yang telah dibekali spesifikasi lanjutan, memungkinkan manusia untuk melakukan konversi dari berbagai macam satuan. Namun perkembangan kalkulator rupanya tak sampai di situ.

Apa jadinya jika sebuah kalkulator mampu memprediksi ilmu seseorang hingga kapan orang tersebut akan meninggal? Mungkin hal ini terdengar tak lebih dari sekadar ide dalam film science-fiction. Namun itulah adanya. Ilmuwan dari University of East Anglia telah menciptakan kalkulator semacam ini sebagai bagian dari penelitian mereka.

Kalkulator yang disebut Mylongevity ini akan menggambarkan efek berbagai macam faktor yang berkaitan dengan umur seseorang, termasuk faktor medis dan gaya hidup yang berimbas pada harapan hidup.

"Orang-orang tertarik dengan harapan hidup mereka," ungkap Ketua pengembangan aplikasi Profesor Elena Kulinskaya dilansir Mirror, Senin (7/9). "Tetapi ini bukan hanya karena rasa ingin tahu yang tidak wajar."


Harapan hidup, dikatakannya, sangat penting bagi seseorang dalam melakukan perencanaan jangka panjang. Misalnya saja bagaimana strategi finansial yang harus dibangun maupun juga pensiunan mereka.

"Harapan hidup adalah pertimbangan besar dalam perencanaan jangka panjang," tutur Elena. "Dan sangat penting bagi orang yang merencanakan tujuan keuangan dan strategi pensiun mereka."

Melalui kalkulator ini, seseorang dapat mengetahui hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Sehingga jika memang gaya hidup mereka selama ini berimbas buruk pada harapan hidup maka hal itu bisa segera ditangani sedini mungkin. "Ini juga dapat membantu orang meningkatkan harapan hidup mereka dengan membuat perubahan gaya hidup sehat," ujarnya melanjutkan.

Elena menyebutkan jika software yang mereka kembangkan sudah berdasarkan pada penelitian yang menggunakan catatan kesehatan elektronik. Daftar faktor risiko yang digunakan termasuk hipertensi, diabetes, hiperkolesterolemia, BMI, risiko serangan jantung dalam 10 tahun, status merokok, dan penggunaan statin. "Hasil analisis diterjemahkan ke dalam harapan hidup untuk 648 profil risiko yang berbeda berdasarkan usia, jenis kelamin dan kode pos," ujarnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait