Ruang ICU di salah satu rumah sakit rujukan corona di DKI Jakarta dilaporkan penuh. Presiden Joko Widodo langsung memberikan perintah tegas ini pada Menkes Terawan.
- Ruth Meliana
- Sabtu, 12 September 2020 - 20:18 WIB
WowKeren - Kasus virus corona di Tanah Air semakin melonjak tajam setiap harinya. Hingga Sabtu (12/9), Indonesia total telah mencatat sebanyak 214.746 kasus COVID-19. DKI Jakarta menjadi provinsi penyumbang kasus virus corona tertinggi di Indonesia.
Tingginya kasus virus corona di ibu kota berdampak pada kapasitas rumah sakit (RS) rujukan COVID-19. Bahkan, daya tampung ranjang ruang ICU di sejumlah RS DKI Jakarta dilaporkan mulai penuh.
Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Doni Monardo lantas menjelaskan situasi terkini terkait kapasitas tempat tidur di rumah sakit rujukan DKI. Ia menyebut saat ini Jakarta memiliki 67 RS rujukan Corona. Dari jumlah tersebut, ada beberapa RS di Jakarta yang memiliki kapasitas di bawah 10 tempat tidur khusus ruang ICU.
”Jumlah rumah sakit COVID-19 di Jakarta ada 67. Kemudian ada ruang ICU di mana tiap rumah sakit memiliki jumlah bed yang berbeda,” kata Doni dalam konferensi pers yang disiarkan saluran YouTube BNPB, Sabtu (12/9). “Di sini kita lihat datanya rata-rata yang 100 persen rumah sakit itu mereka yang bed-nya tidak lebih dari 10 bed.”
Doni mengatakan jika sejauh ini kapasitas tempat tidur ruang ICU di RS rujukan COVID-19 untuk menangani pasien virus corona masih cukup aman. Hal ini terlihat karena belum ada RS Rujukan yang melewati 10 tempat tidur ICU.
Lebih lanjut Doni membeberkan perintah Presiden Joko Widodo jika sampai kapasitas RS COVID-19 di ibu kota penuh. Jokowi rupanya telah memerintahkan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto untuk melakukan pelonggaran kapasitas di RS.
Nantinya dalam pelonggaran kapasitas ini, pasien virus corona yang hampir sembuh akan dipindahkan ke RS Darurat Corona di Wisma Atlet. Doni menjelaskan jika pemindahan ini akan dikonsultasikan dengan pengelola RS Darurat Corona Wisma Atlet.
”Sementara yang sudah di atas 10 bed, itu masih banyak yang belum mencapai 100 persen. Jadi, kenapa 100 persen? Karena jumlah bed yang tersedia rata-rata kurang dari 10 bed,” jelas Doni. “Jadi kalau sudah 1, 2, 3, 4, 5, otomatis penuh, dan ini yang sekarang sedang dikerjakan oleh Bapak Menkes atas perintah Pak Presiden untuk segera melakukan relaksasi di rumah sakit-rumah sakit.”
”Kita harapkan ada pelonggaran, termasuk tadi saya sampaikan para direktur RS ketika menilai ada pasien yang menjelang sembuh dan ada pasien yang butuh perawatan segera,” sambungnya. “Maka pasien yang jelang sembuh bisa dikonsultasikan tim puskes TNI yang kelola RS Darurat Wisma Atlet untuk dialihkan.”
(wk/lian)