Dari data pasien Wisma Atlet, tujuh persen dari 944 orang adalah mereka yang tidak pernah keluar rumah namun tertular dari anggota keluarganya yang keluar-masuk.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 14 September 2020 - 07:55 WIB
WowKeren - Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengingatkan jika tidak ada orang yang kebal terhadap virus corona. Sehingga setiap orang memiliki risiko tertular.
Virus COVID-19 mengintai siapa pun dan dimana pun. Bahkan ketika seorang berdiam diri di rumah sekalipun, bukan jaminan ia tidak akan tertular virus corona.
"Pada dasarnya sekarang ini kita dengan mudah terpapar Covid-19. Karena di antara kita bisa jadi ada yang menjadi carrier, pembawa COVID-19," kata Doni, Minggu (13/9). "Di rumah pun jangan kita pikir kita akan aman."
Hal ini dikatakannya dengan mengacu pada data pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet. Tujuh persen dari 944 orang adalah mereka yang tidak pernah keluar rumah. Mereka bisa tertular lantaran ada anggota keluarganya yang keluar-masuk. Sehingga tanpa diketahui anggota keluarga tersebut yang merupakan carrier menularkan ke anggota keluarga yang lainnya.
"Ketika ternyata ada salah satu keluarga kita terkena COVID-19, penyebabnya sudah pasti adalah di antara anggota keluarga," ujar Doni melanjutkan. "Yang beraktivitas di luar tanpa diketahui lantas akhirnya menulari kepada keluarga yang di rumah."
Sementara itu, 70 hingga 90 persen pasien COVID-19 merupakan orang tanpa gejala atau OTG. "Saya berani mengatakan ini karena data dan fakta sudah sangat banyak," imbuhnya.
Oleh sebab itu, Doni lagi-lagi mengimbau agar masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan. Setelah sampai di rumah sangat disarankan untuk mencuci tangan dengan sabun serta menggunakan masker.
"Kalau 3M ini kita lakukan ditambah dengan kepatuhan kita untuk beristirahat cukup, olahraga teratur, tidak panik dan makan makanan yang berkualitas," kata Doni. "Saya yakin kita memiliki daya tahan yang lebih baik."
Terkait penularan di antara anggota keluarga, sebelumnya pernah disinggung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menurutnya, orang cenderung melepas masker jika bersama dengan orang lain yang dikenalnya. "Klaster-klaster antara kita karena kita cenderung lepas masker kalau bertemu dengan orang yang kita kenal."
(wk/zodi)