Viral 'Jalur Gowes Gadis Desa' di Malang, Dinas Pariwisata Buka Suara
Nasional

Sebuah video yang menunjukkan 'Jalur Gowes Gadis Desa' yang berlokasi di di Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang tengah viral di media sosial baru-baru ini.

WowKeren - Warga Malang baru-baru ini dihebohkan dengan video yang menunjukkan "Jalur Gowes Gadis Desa" yang berlokasi di salah satu sungai di daerah Kabupaten Malang. Video tersebut tentunya kemudian menjadi viral di media sosial.

Dalam video pendek yang beredar, tampak sejumlah pesepeda mengabadikan momen dua gadis cantik memakai kemben di lokasi sungai. Dalam unggahan tersebut, dua gadis yang sama tampak melayani swafoto para pesepeda sembari berbasah-basah di lokasi sungai.

Dikutip dari Kumparan, peristiwa dalam video tersebut memang terjadi di Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso di lokasi persawahan dan sungai yang jauh dari pemukiman desa. Lokasi tersebut digunakan untuk event acara Gowes (bersepeda).

Tak hanya itu, selembar poster dengan gambar seorang wanita yang memakai kemben yang menunjukkan rute "Jalur Gowes Gadis Desa" juga ditemukan di sekitar lokasi. Di pojok bagian atas poster tersebut terdapat logo branding wisata Kabupaten Malang.


Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara mengatakan, poster itu bukan merupakan bagian dari pengembangan wisata oleh Pemerintah Kabupaten Malang. Made mengatakan, poster itu ada dalam event bersepeda oleh komunitas gowes.

"Saya konfirmasi Kadispora (Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga), itu bukan even Pemkab. Event-nya komunitas gowes," katanya melalui pesan singkat, Minggu (13/9).Made memastikan, tidak ada jalur gowes gadis desa yang dikelola sebagai destinasi wisata di Kabupaten Malang. "Nggak ada Mas. Mungkin itu kreativitas EO untuk menarik peserta," jelasnya.

Sementara itu, Camat Karangploso, Indra Gunawan menegaskan bahwa hal ini bukanlah inovasi program pengembangan pariwisata desa maupun panitia gowes. Melainkan oknum warga yang 'mengamen' alias memanfaatkan kesempatan saat keramaian acara.

"Jadi tidak ada rute jalur (Jalur Gowes Gadis Desa) itu di sana. Gak ada. Itu oknum ngamen," tegas Indra. Lebih lanjut, ia menjelaskan jika di tengah acara, ternyata ada oknum warga memanfaatkan keramaian event pesepeda itu dengan menawarkan jasa ini.

"Jadi itu mereka kayak ngamen, menawarkan jasa foto-foto bersama dua wanita memakai kemben di sungai. Ya dengan bayar," terangnya. "Pasang banner sendiri di tengah rute gowes yang ditentukan. Tapi itu bukan panitia, mereka oknum yang menumpangi acara itu."

Pihak panitia acara gowes pun langsung membubarkan oknum event selundupan ini. Saat dibubarkan, mereka diketahui telah meraup keuntungan dari peserta event hingga mencapai Rp 2 juta. "Infonya dari panitia, sekali foto itu ditarik uang bayar Rp 50 ribu. Saat diobrak (dibubarkan) kata panitia udah sampai 2 juta," ungkap Indra.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait