Daya Tampung Pasien Corona DKI Dipertanyakan, Jokowi Pastikan 15 Hotel Jadi Solusi
Nasional

Kapasitas tempat perawatan pasien virus corona di DKI Jakarta dipertanyakan banyak pihak, Presiden Joko Widodo langsung pasang badan dan pastikan 15 hotel jadi solusi.

WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta mulai hari ini, Senin (14/9). Keputusan ini diambil setelah melihat kapasitas fasilitas kesehatan untuk menangani pasien virus corona di Jakarta semakin penuh.

Situasi penyebaran virus corona di DKI Jakarta saat ini memang semakin meluas. Hal ini terbukti dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dimana DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penyumbang kasus COVID-19 tertinggi di Indonesia.

Presiden Joko Widodo sendiri sempat cemas dan memberikan pesan agar Jakarta jangan menjadi gelombang kedua pandemi corona. Demi mengendalikan penyebaran virus corona, Anies telah melarang warga yang terinfeksi COVID-19 melakukan isolasi mandiri di rumah. Sebagai gantinya, pasien harus mau diisolasi di tempat yang sudah disiapkan Pemprov DKI.

Tentunya, aturan tersebut membuat banyak pihak mempertanyakan kesiapan tempat dan daya tampung pasien corona yang sudah disiapkan Pemprov DKI. Presiden Jokowi lantas ikut angkat berbicara mengenai situasi di Jakarta dan memastikan jka pemerintah telah menyiapkan pusat-pusat karantina bagi pasien COVID-19.


Senada dengan Anies, Jokowi menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami dengan benar cara melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Isolasi mandiri di rumah dinilai tidak efektif jika tidak diiringi dengan pencegahan COVID-19 sehingga berpotensi memunculkan klaster keluarga.

”Pemerintah juga menyiapkan pusat-pusat karantina untuk pasien bergejala ringan agar tidak melakukan isolasi mandiri,” ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas soal 'Laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional' yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (14/9). “Ini penting, yang berpotensi menularkan kepada keluarga.”

Adapun tempat isolasi yang dimaksud Jokowi adalah hotel. Ia menjelaskan jika pemerintah telah bekerja sama dengan hotel bintang satu dan dua sebagai tambahan fasilitas karantina. Saat ini, sudah ada 15 hotel bintang dua dan tiga dengan kapasitas mencapai 3 ribu yang siap menampung pasien virus corona.

“Ini tolong disampaikan, ada 15 hotel bintang dua dan tiga di Jakarta dengan kapasitas 3 ribu,” papar Jokowi. “Ini kita telah bekerja sama dengan grup-grup hotel yang ada.”

”Untuk kasus-kasus yang berat, saya minta Menkes segera melakukan audit dan koreksi protokol keamanan untuk tenaga kesehatan dan pasien di seluruh rumah sakit,” lanjutnya. “Sehingga rumah sakit betul-betul menjadi tempat aman dan tidak menjadi klaster penyebaran COVID-19.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait