Erdogan Minta Pasukan Armenia Hengkang dari Perbatasan Azerbaijan
Dunia

Presiden Turki, Erdogan, menyalahkan Armenia karena memulai eskalasi baru. Dia menuduh AS, Rusia serta Prancis yang tergabung dalam Grup Minsk gagal menangani konflik tersebut.

WowKeren - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mendesak Armenia untuk segera menarik pasukan dari perbatasan dengan Azerbaijan, Nagorny-Karabakh. Seruan itu dilontarkan Erdogan setelah bentrokan mematikan pecah di sepanjang perbatasan wilayah tersebut.

"Waktunya untuk mengakhiri krisis di kawasan, yang dimulai dengan pendudukan Nagorny Karabakh," kata Erdogan. Menurutnya, kawasan perbatasan itu akan kembali damai setelah Armenia angkat kaki dari wilayah yang didudukinya.

Erdogan menyalahkan Armenia karena memulai eskalasi baru. Dia menuduh Amerika Serikat, Rusia serta Prancis yang tergabung dalam "Grup Minsk" gagal menangani konflik tersebut. Turki sendiri mendukung Azerbaijan dan secara historis memiliki hubungan buruk dengan Armenia.

"Mereka tidak mampu menyelesaikan masalah tersebut," kata Erdogan menambahkan. "Sekarang Azerbaijan harus mengatasi sendiri masalah ini."

Armenia dan Azerbaijan terlibat dalam sengketa wilayah Nagorny-Karabakh selama beberapa dekade. Mereka berperang pada awal 1990-an yang merenggut 30 ribu nyawa.


Nagorny-Karabakh merupakan bagian wilayah Azerbaijan yang dihuni oleh mayoritas etnis Armenia. Sejarah konflik dua pihak yang berada di wilayah Kaukasus ini sudah terjadi sejak perang Nagorno-Karabakh pada 1980 hingga 1994.

Usai keruntuhan Uni Soviet, wilayah ini memproklamasikan kemerdekaannya pada 1991. Namun, itu tak diakui dunia internasional. Referendum kemudian dilakukan pada 2017 dengan mayoritas mendorong kemerdekaan. Negara-negara besar pun kembali tak mengakui hasilnya. Hanya kepada Armenia Karabakh bergantung.

Perundingan berlarut-larut yang dimediasi negara-negara besar hingga kini tetap tak menemui hasil signifikan. Gencatan senjata antara Karabakh dengan Azerbeijan terakhir terjadi pada 1994.

Sementara itu, bentrokan di perbatasan Armenia dan Azerbaijan meletus pada Minggu (27/9) pagi waktu setempat setelah pasukan Armenia menargetkan pemukiman sipil dan posisi militer Azerbaijan.

Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengatakan Armenia sekali lagi membuktikan bahwa mereka adalah hambatan terbesar bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan dan menambahkan bahwa Turki akan mendukung Azerbaijan dengan segala cara. "Baku memiliki hak pertahanan diri untuk melindungi rakyat dan wilayahnya," tegas kementerian pertahanan Azerbaijan.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait