Indonesia Di Ambang Resesi, 7 Tips Ini Bakal Bantu Kalian Pertahankan Bisnis Selama Krisis
SerbaSerbi
Potensi Resesi Imbas COVID-19

Resesi diperkirakan memengaruhi kemampuan beli masyarakat dan berimbas pada pasokan dan penjual. Bisnis yang sebelumnya berhasil bertahan dalam masa pandemi, mungkin saja tak bisa bertahan dalam resesi ini.

WowKeren - Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan ekonomi nasional akan mengalami resesi pada kuartal III tahun 2020. Pasalnya, berdasarkan update proyeksi ekonomi yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan, perekonomian RI untuk tahun 2020 secara keseluruhan menjadi minus 1,7 persen sampai minus 0,6 persen.

Indonesia pun akan memasuki jurang resesi jika pertumbuhan ekonomi nasional kembali negatif di kuartal III, yang mana diramalkan akan terjadi oleh Sri Mulyani. Salah satu bahaya resesi adalah meruginya banyak bisnis serta potensi PHK dan pengangguran. Hal ini tentu merugikan banyak orang.

Resesi diperkirakan memengaruhi kemampuan beli masyarakat dan berimbas pada pasokan dan penjual. Bisnis yang sebelumnya berhasil bertahan dalam masa pandemi, mungkin saja tak bisa bertahan dalam resesi ini. Untuk itu, berikut tim WowKeren rangkum 7 tips mempertahankan bisnis kalian dari resesi. Yuk disimak!

(wk/putr)

1. Lakukan Evaluasi Bisnis


Lakukan Evaluasi Bisnis

Saat masuk ke dalam masa resesi, tingkat belanja konsumen dan ketersediaan modal dapat menurun. Hal ini dapat menyebabkan bisnis merasa sedikit kesulitan dalam pengelolaan anggaran. Ini berarti beberapa keputusan sulit mungkin harus dibuat mengenai penetapan harga produk, rencana pemasaran, perekrutan, dan bahkan peluncuran baru.

Jika begini, lakukanlah evaluasi dan temukan cara agar bisnis bisa berjalan. Cobalah untuk memangkas ukuran produk, kualitas dan manfaat atau menaikkan harga untuk menutup kerugian. Jika dirasa memang tak ada yang bisa dipertahankan, cobalah untuk mencari pijakan baru yang lebih stabil dan lebih baik lagi bagi masa depan kalian.

2. Utamakan Penjualan Tunai


Utamakan Penjualan Tunai

Saat kalian dalam keadaan terbatas hindari cara pembayaran kredit dan utamakan transaksi uang tunai. Dimasa seperti itu, kalian sangat disarankan memiliki uang tunai untuk diputar kembali. Jangan hanya mementingkan omset saja, kalian harus lebih fokus dengan uang tunai agar perputaran uang bisnis dan pengusaha lain tetap teratur.

Kalian juga disarankan untuk tak menumpuk modal dalam bentuk barang. Dengan lemahnya daya beli saat ini, bisa jadi jumlah produk yang biasanya terjual dalam sebulan kini membutuhkan waktu lebih lama. Selain itu, jangan menjual terlalu banyak varian barang, cukup fokuskan ke produk utama yang laku saja selama krisis.

3. Dahulukan Hutang Dan Kredit


Dahulukan Hutang Dan Kredit

Jangan lupa untuk memprioritaskan hutang dan kredit kalian setiap bulannya. Jika kehilangan bisnis, kalian mungkin harus membuat beberapa keputusan sulit tentang tagihan mana yang benar-benar harus dibayar. Biaya produksi dan sewa sangat penting untuk didahulukan jika kalian memiliki dana terbatas. Jadi, prioritaskan dana untuk pengeluaran itu terlebih dahulu.

Selanjutnya, kalian disarankan menghubungi penyedia layanan, seperti internet, kartu kredit, dll untuk mencari tahu opsi apa yang mereka tawarkan apabila kalian belum bisa melunasi tagihan. Ke depannya, cobalah untuk menjaga pengeluaran kredit tetap rendah atau bila perlu jangan gunakan kartu kredit. Bayarlah pembayaran utang minimum untuk meminimalisir tagihan yang melonjak.

4. Maksimalkan Efisiensi Karyawan


Maksimalkan Efisiensi Karyawan

Banyak pebisnis terpaksa memilih mengurangi jumlah karyawan agar mengurangi pengeluaran. Tapi sebelum itu, berikan penjelasan kepada semua karyawan kalian akan situasi saat ini. Lebih baik kalian perbanyak strategi memaksimalkan kinerja karyawan untuk bangkit pada situasi ini.

Kalian juga bisa mengusulkan kepada semua karyawan untuk turut serta menjual produk. Berikan komisi menarik untuk setiap penjualan karyawan diluar sales. Namun jika memang karyawan sudah benar-benar tidak produktif, keputusan memberhentikan karyawan merupakan keputusan terbaik yang harus kalian ambil meskipun itu pasti akan menjadi hal terberat.

5. Hindari promosi yang tidak efektif


Hindari promosi yang tidak efektif

Hindari juga memberikan promosi yang tidak efektif demi menarik pelanggan. Promosi yang tidak efektif adalah promosi yang tidak mendatangkan keuntungan. Jika memberikan produk secara gratis dan tidak merasakan peningkatan penjualan, berarti promosi tersebut hanya merugikan.

Kalian bisa saja memberikan potongan harga, tetapi potongan harga tersebut tidak menarik pembeli. Jika begitu sebaiknya kalian tinggalkan. Kalian dapat mencoba bersaing melalui aspek lain seperti pelayanan atau kualitas produk atau jasa yang ditawarkan. Dengan kata lain, pada masa resesi harus lebih fokus pada keuntungan kompetitif. Jadikan kelemahan itu sebagai senjata untuk mengalahkan bisnis besar pada saat resesi.

6. Lakukan Pencatatan Anggaran Bisnis Lebih Sering


Lakukan Pencatatan Anggaran Bisnis Lebih Sering

Laporan keuangan merupakan indikator utama bisnis, baik pada masa resesi maupun non-resesi. Dengan laporan keuangan yang rinci, kalian akan mampu melacak profitabilitas hingga rincian arus kas dan pengeluaran. Laporan keuangan ini dapat dilakukan per satu periode bisnis, baik itu bulanan, mingguan atau harian.

Namun saat resesi, catat anggaran bisnis kalian lebih sering dari sebelumnya. Indikator yang ada pada laporan keuangan dapat menunjukkan kemungkinan pembengkakan biaya yang terjadi pada satu bagian bisnis yang mana biaya tersebut tidak berkontribusi untuk pengembangan usaha. Kalian pun dapat dengan lebih mudah fokus pada produk atau layanan yang lebih menguntungkan.

7. Manfaatkan Bantuan Pemerintah


Manfaatkan Bantuan Pemerintah

Enggak ada salahnya mencari bantuan yang tersedia. Ada baiknya mencari tahu bantuan apa saja yang saat ini disediakan oleh pemerintah. Pasalnya, saat ini banyak bantuan yang diberikan, khusunya untuk pengusaha mikro dan kecil.

Kalian bisa menanyakan kepada bank atau lembaga peminjam lainnya jika bisa menunda pembayaran pokok dan bunga cicilan selama pandemi. Atau, memanfaatkan subsidi listrik pemerintah. Cari tahu keringanan apa yang bisa diperoleh di tengah krisis untuk beban pajak, utang, atau bantuan dari pemerintah di tengah krisis.

Intip juga yuk beberapa tips untuk mempertahankan bisnis kalian di tengah pandemi dalam artikel berikut. Simak juga beberapa cara mengatur keuangan kalian di tengah wabah corona dalam artikel ini.

You can share this post!

Related Posts