Terungkap Efek Samping Yang Paling Umum Dirasakan Pasien Sembuh COVID-19
Health
Pandemi Virus Corona

Hasil studi di Korsel mengungkap 91,1 persen penyintas COVID-19 pasti mengalami efek samping pasca dinyatakan sembuh. Dan berikut beberapa efek samping yang paling umum dirasakan.

WowKeren - Masih banyak misteri yang belum terungkap dari wabah COVID-19. Salah satunya terkait efek samping yang dirasakan pasien sembuh COVID-19, bahkan sampai jangka waktu yang cukup lama sejak yang bersangkutan dinyatakan sembuh.

Efek samping ini bahkan dirasakan oleh 91,1 persen pasien sembuh COVID-19. Dan sebuah studi pendahuluan oleh peneliti Korea Selatan lantas mengungkapkan beberapa efek samping yang umum dirasakan para penyintas COVID-19 ini. Apa saja?

Dikutip dari Reuters, efek samping yang paling umum dirasakan adalah kelelahan. Hal ini terbukti dari survei daring yang dilakukan oleh Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KDCA) kepada 965 pasien sembuh.

"Kelelahan adalah efek samping yang paling umum dengan persentase 26,6 persen," jelas Pejabat KCDA, Kwon Jun Wook, yang sebelumnya menyampaikan setidaknya penyintas akan merasakan satu efek samping. "Diikuti oleh kesulitan berkonsentrasi yang mencapai 24,6 persen."


Dampak berikutnya yang awam ditemui adalah efek psikologis atau mental dan kehilangan indera penciuman atau anosmia. Perihal dampak psikologis pasca terinfeksi COVID-19 ini memang sudah berkali-kali disampaikan oleh pakar, bahkan penyintas pun disarankan menjalani terapi untuk itu.

Sedangkan anosmia umumnya dirasakan tak hanya oleh penyintas tetapi juga pasien aktif COVID-19. Anosmia pun menjadi gejala dari beberapa penyakit lain yang belakangan bisa dibedakan dengan kehilangan kemampuan mencium aroma akibat infeksi virus SARS-CoV-2.

Namun demikian hasil studi ini masih akan didalami dengan melibatkan 16 organisasi medis serta menganalisis hasil CT Scan pada pasien-pasien sembuh. CT Scan juga untuk melihat komplikasi yang dialami para pasien sembuh. Sedangkan sang peneliti utama, Kim Shin Woo, akan segera mempublikasikan hasil penelitian secara rinci.

Di sisi lain, sudah banyak penelitian yang mengungkapkan dampak jangka panjang dari infeksi virus Corona. Salah satu yang masih menjadi "momok" adalah kerusakan pada organ tubuh penyintasnya, dengan paru-paru merupakan yang paling terdampak.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts