Tanda-Tanda Alam Ini Bisa Jadi ‘Alarm’ Tsunami, Jangan Panik Dan Pahami Cara Evakuasi
SerbaSerbi

Pahami sejumlah tanda alam yang dapat menjadi sinyal akan terjadinya tsunami. Jangan panik dan tetap mengikuti panduan cara evakuasi berikut ini untuk antisipasi tsunami.

WowKeren - Riset Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memaparkan mengenai potensi tsunami setinggi 20 meter terjadi di Indonesia terus mendapatkan sorotan. Pedoman evakuasi dalam menghadapi tsunami juga telah dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Selain cara melakukan evakuasi, masyarakat juga diminta agar memahami sejumlah pertanda alam yang terjadi sebelum bencana tsunami menerjang. Berikut merupakan sejumlah pertanda alam yang kerap menjadi tanda datangnya tsunami:

1. Suara gemuruh ombak yang tak biasa

Ombak

Berbagai Sumber

Bencana tsunami biasanya disebabkan oleh gempa bumi ataupun longsor yang terjadi di bawah laut. Gempa bumi ataupun longsor tersebut akan menyebabkan terjadinya underwater disturbance.

Kedua peristiwa tersebut pada kedalaman maupun kekuatan tertentu dapat memicu terjadinya tsunami. Masyarakat yang berada di dekat laut dan merasakan tanah bergetar diminta untuk segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi demi mengantisipasi bencana tsunami.

Selain tanah bergetar, pertanda tsunami juga bisa terdengar dari suara gemuruh ombak yang tak biasa. Suara ombak yang menandakan akan terjadinya tsunami biasanya terdengar seperti suara jet ataupun kereta.

2. Air laut mendadak surut

Air Laut Surut

Berbagai Sumber

Sa;ah satu tanda paling nyata akan terjadinya tsunami adalah air laut yang mendadak menjadi surut. Para ahli menjelaskan peristiwa surutnya air laut disebabkan oleh Megathrust.

Megathrust merupakan sebuah gerakan naik dari patahan lempeng yang besar di dalam laut. Contoh peristiwa Megathrust adalah saat lempeng samudera bergerak ke bawah dan menghujam lempeng benua, maka akan menimbulkan gempa bumi.

Akibatnya, akan ada kekuatan yang mendorong ke atas seperti “kepalan tangan raksasa”, dimana ini muncul dari bawah permukaan air laut. Selanjutnya, air akan mulai mengisi sisi-sisi “kepalan tangan raksasa” ini dan menciptakan gelombang besar yang melaju cepat.

Kecepatan gelombang ini bahkan diklaim sama cepat dengan pesawat terbang. Gelombang ini lantas akan bergerak melintasi lautan dan nyaris tidak terlihat di permukaan. Namun ketika gelombang mencapai air laut dangkal, maka kekuatan dari pergeseran lempeng tersebut akan mendorong gelombang hingga mencapai puluhan meter ke udara.


Itu merupakan momen saat tsunami terjadi. Oleh sebab itu bagi masyarakat yang tinggal di dekat pantai, segera menyelamatkan diri ke tempat yang tinggi jika melihat air pantai tiba-tiba surut secara mendadak.

3. Tanda dari binatang

Anjing

Berbagai Sumber

Binatang liar maupun peliharaan kerap memberikan sinyal jika merasakan akan terjadi tsunami. Selama berabad-abad, hewan memang dipercaya memiliki indera keenam dalam merasakan datangnya bencana alam.

Salah satunya dari anjing peliharaan yang biasa menolak meninggalkan rumah jika merasakan akan ada gempa bumi dan tsunami. Selain anjing, flamingo juga bisa merasakan tanda datangnya tsunami dengan berlari meninggalkan dataran rendah.

Hewan memang memiliki indera yang lebih tajam serta tingkat kesadaran yang tinggi pada lingkungan sekitar. Hal ini terbukti dari sejumlah penelitian dimana hewan bisa merasakan bahaya datang dari getaran dan perubahan elektromagnetik di atmosfer, dimana perubahan ini biasa tidak dirasakan manusia.

Oleh sebab itu, biasanya hewan bisa berlari menyelamatkan diri tepat sebelum tsunami menerjang dataran. Masyarakat di tepi pantai yang melihat kejanggalan dari hewan-hewan d sekitar patut mewaspadai ancaman bencana gempa bumi ataupun tsunami.

Pahami Cara Evakuasi Dari Tsuanami

Evakuasi Tsunami

Berbagai Sumber

Bencana tsunami memang masih belum bisa diprediksi dengan tepat kapan akan terjadi. Sejumlah penelitian sejauh ini hanya sanggup memaparkan mengenai potensi ancaman tsunami dari perubahan alam, tanpa mengetahui secara pasti kapan waktu tsunami akan menerjang.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta selalu waspada dan memahami dengan baik panduan evakuasi sebelum tsunami menghantam. Berikut merupakan cara evakuasi yang wajib dipahami masyarakat agar selamat dari bencana tsunami:

-Jauhi daerah pesisir laut dan mencari dataran atau bangunan kokoh yang lebih tinggi. Ingatlah bahwa tsunami merupakan serangkaian gelombang. Maka gelombang yang pertama belum tentu menjadi yang paling mematikan. Bahaya tsunami dapat berlangsung selama berjam-jam setelah datangnya gelombang pertama.

-Jauhi sungai. Ombak tsunami bisa bergulir hingga ke sungai dan aliran air lainnya yang mengarah ke laut. Oleh sebab itu, berada di dekat sungai sangatlah berbahaya karena berpotensi terseret ke lautan.

- Siapkan sebuah tas yang berisi persediaan untuk keadaan darurat. Isi tas tersebut dengan persediaan obat-obatan, air, baju, serta makanan yang cukup untuk 72 jam. Pastikan juga melengkapi persiapan diri dengan memiliki asuransi kecelakaan.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts