Dalam video YouTube, psikiater dr. Oh Jinseung dan trio Doctor Friends lainnya menganalisis 'Magic Shop' untuk mengungkap wawasan kesehatan mental di dalamnya.
- Putri Stevania
- Jumat, 02 Oktober 2020 - 14:54 WIB
WowKeren - Salah satu lagu Bangtan Boys (BTS), "Magic Shop" ternyata memiliki makna yang mendalam. Dalam video YouTube, psikiater dr. Oh Jinseung dan trio Doctor Friends lainnya menganalisis "Magic Shop" untuk mengungkap wawasan kesehatan mental di dalamnya.
Salah satu kalimat paling pedih di "Magic Shop" adalah "aku tidak akan mengatakan hal-hal klise seperti 'punya kekuatan'". Alih-alih memainkan klise-klise itu, lirik lagu tersebut berfokus pada teknik psikologis nyata yang digunakan untuk membantu orang-orang yang berjuang dengan kesehatan mental mereka.
Seperti yang mungkin diketahui beberapa fans, lagu "Magic Shop" awalnya didasarkan pada memoar berjudul "Into the Magic Shop" oleh ahli bedah saraf Amerika James Doty. Karena psikiater dr. Oh menyukai lagu tersebut, dia memutuskan untuk membaca buku tersebut untuk memberikan analisis terbaik kepada penggemar.
Dokter Oh menjelaskan bahwa James Doty menjalani kehidupan keluarga yang sulit ketika dia masih muda, tetapi berhasil mengatasi pergumulannya dengan bantuan seorang teman yang mengatakan kepadanya, "Bayangkan apa yang benar-benar kau inginkan dan gambarkan gambaran yang jelas tentang itu".
"Teruslah bertanya pada diri sendiri kalian ingin menjadi orang seperti apa. Maka, kalian bisa menjadi orang seperti itu," ungkap dr. Oh Jinseung memparafrasekan "Into the Magic Shop".
Dalam Into the Magic Shop, Doty menjelaskan bagaimana seorang wanita yang menjalankan sebuah toko sulap mengajarinya latihan untuk meringankan penderitaannya ketika dia masih kecil. Dokter Oh kemudian menjelaskan bahwa buku tersebut berpusat pada bagaimana meditasi dan perhatian, yang merupakan topik umum dalam psikiatri, dapat "menyembuhkan luka mental".
"Buku ini memberitahu kalian untuk memutuskan siklus itu dan menuntut kalian untuk terus berpikir bahwa kalian adalah makhluk yang sangat berharga yang pantas mendapatkan cinta. Bahwa kalian mampu menjadi sesuatu yang lebih besar," lanjut dr. Oh Jinseung.
Menurut dr. Oh, ini adalah tema yang tercermin dalam "Magic Shop" milik BTS. Namun di atas itu semua, "Magic Shop" juga merupakan bagian dari teknik psikoterapi yang biasa digunakan yang disebut dengan psychodrama. Psikodrama melibatkan bermain peran untuk membantu pasien mengatasi trauma mereka, dan salah satu latihan pemanasan adalah rutinitas Toko Sulap.
Selama latihan ini, psikiater seperti dr. Oh berperan sebagai pemilik toko sulap. Di sini pasien dapat "membeli" sifat-sifat positif dengan "menjual" ketakutan, kekhawatiran, dan hal-hal negatif mereka.
"Sebelum memulai psikodrama dan melihat ke dalam diri kalian atau ketidaksadaran, Toko Sulap ini adalah langkah pemanasan untuk masuk ke dalam hati kalian. Itulah yang aku rasakan ketika aku mendengarkan lagu tersebut." ungkap dr. Oh Jinseung.
Mengacu pada satu lirik, "Hari-hari ketika kalian membenci bahwa kalian adalah diri kalian/ Mari kita membuat pintu di hati kalian," dr. Woo dan spesialis THT dr. Lee setuju bahwa "Magic Shop" tituler dalam lagu BTS adalah tempat yang menunggu untuk dihibur ketika harga diri kalianrendah.
"Tetapi di ruang yang disebut Toko Ajaib ini, kalian dapat minum teh, mengobrol, melihat ke langit, santai. Kalian dapat berbicara tentang diri kalian sendiri." ungkpa dr. Woo Changuk.
Mengakhiri, dr. Oh mengatakan dia yakin BTS mungkin telah menggunakan sesuatu yang mirip dengan teknik toko sulap dalam perjalanan menuju kesuksesan. Tapi bukannya berharap sukses, mereka menyadari apa yang sebenarnya mereka inginkan adalah "menghibur fans mereka dan menyentuh hati mereka".
"Aku pikir penulis lirik bermaksud masuk ke dalam diri kalian melalui toko sulap ini dan mencari tahu ketidaksadaran kalian. Mereka menemukan tentang orang seperti apa kalian dan hal-hal apa yang kalian inginkan," tutup dr. Oh Jinseung.
(wk/putr)