Waspada dan pahami, penelitian terbaru mengungkapkan jika ada dua kondisi hidung yang dapat menjadi gejala awal seseorang terinfeksi virus corona (COVID-19). Apa saja?
- Ruth Meliana
- Sabtu, 03 Oktober 2020 - 18:36 WIB
WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam pedomannya telah merilis sejumlah gejala virus corona. Meski demikian, COVID-19 yang merupakan virus baru ini masih terus diteliti dan sulit dikenali gejala-gejala pastinya lantaran mirip dengan influenza.
Dilansir dari Express UK, gejala umum virus corona adalah sakit dan nyeri, batuk, diare, demam, sakit kepala, pilek, sesak napas, sakit tenggorokan, dan kelelahan. Namun, gejala-gejala tersebut bisa berubah menjadi parah jika menginfeksi pasien berisiko, yakni usia renta atau memiliki komorbid.
Adapun gejala parah COVID-19 yang bisa menyerang pasien adalah sesak napas yang signifikan, gagal ginjal, pneumonia dan perlunya menjalani rawat inap. Temuan gejala-gejala tersebut sendiri telah dikonfirmasi oleh WHO berdasarkan sejumlah penelitian di sejumlah negara.
”Gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering,” tulis WHO dalam laman resminya. “Beberapa pasien mungkin mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, atau sakit tenggorokan.”
Baru-baru ini, penelitian dari Tiongkok mengungkapkan jika ada dua kondisi di hidung yang dapat menjadi gejala awal terinfeksi virus corona. Kedua tanda ini adalah hidung tersumbat atau hidung meler. Walau begitu, keduanya memang belum dipastikan sebagai gejala khas COVID-19.
”Dalam sebuah laporan dari Tiongkok yang melibatkan lebih dari 1.000 pasien,” kata seorang internis di MemorialCare Medical Group, Dr Kristine Arthur. “Hidung tersumbat hanya terlihat pada satu dari setiap 20 pasien.”
Berikut penjelasan dari kedua kondisi hidung yang dapat menjadi tanda awal terinfeksi virus corona:
1. Hidung Meler
Kepala petugas klinis di Doctorlink, Katrina Herren menjelaskan jika hidung meler atau pilek menjadi gejala yang paling banyak dilaporkan pasien virus corona. Kondisi ini dilaporkan terjadi pada 5 persen pasien COVID-19.
”Hidung meler adalah gejala yang dilaporkan pada pasien COVID-19. Pilek terjadi pada sekitar lima persen orang dengan COVID-19,” jelas Herren. “Tidak ada cara yang benar untuk membedakan tanpa tes laboratorium untuk mencari virus yang menyebabkan COVID-19 dan flu biasa.”
2. Hidung Tersumbat
Ahli kesehatan dari Inggris, Dr Ahmed Sedaghat menjelaskan jika hidung tersumbat dapat menjadi salah satu gejala awal COVID-19. Pasalnya, hidung tersumbat disebabkan oleh virus dan bakteri saat seseorang sakit atau terinfeksi. Virus dan bakteri tersebut kemudian akan menyebabkan peradangan di saluran hidung.
Akibatnya, hidung menjadi bengkak bahkan hingga menghalangi aliran udara melalui lubang hidung. Selain peradangan, hidung tersumbat juga bisa disebabkan akibat membesarnya pembuluh darah di dalam hidung dan mengecilkan volume rongga hidung. Kondisi ini akan membuat aliran udara menjadi berkurang.
”Jumlah virus pada hidung berada pada tingkat yang sangat tinggi dan cenderung terjadi pada awal proses penyakit,” terang Sedaghat. “Sementara pasien masih asimptomatik atau memiliki gejala yang sangat ringan.”
(wk/lian)