Wakapolsek Palmerah AKP Bachrun menggagas ide untuk menantang para remaja tersebut melakukan uji nyali di salah satu gedung tua yang merupakan peninggalan zaman kolonial.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 03 Oktober 2020 - 20:36 WIB
WowKeren - Aksi remaja tawuran masih kerap terjadi di tengah masyarakat. Polsek Palmerah melakukan pendekatan yang berbeda untuk memberikan efek jera pada para remaja tersebut.
Wakapolsek Palmerah AKP Bachrun menggagas ide untuk menantang para remaja tersebut melakukan uji nyali di salah satu gedung tua. Gedung yang merupakan peninggalan dari zaman kolonial itu terletak tak jauh dari Polsek Palmerah.
"Ceritanya gini, saya juga yang ngomong itu. Di belakang (gedung Polsek Palmerah) kan ada gedung tinggi, saya bilang kalian jangan berani tawuran aja, tawuran kan banyak temen, coba sekarang kamu berdiri saya tantang," jelas Bachrun seperti dilansir Detik, Sabtu (3/10). "Tantangannya ini di belakang ada gedung tinggi, ini gedung Belanda."
Gedung tua itu bernama Gedong Tinggi yang dibangun pada masa penjajahan Belanda. Gedung yang merupakan vila milik pejabat tinggi VOC Andries Hartsinck itu memang terkenal angker.
Ia menantang remaja untuk duduk di sana sendiri-sendiri dengan kondisi gelap hanya ditemani lilin. "Sekarang ini kan hari Kamis, malamnya malam Jumat, sekarang siapa yang berani duduk di atas sendirian saya gelapin hanya bermodal lilin, duduk antara jam 1 sampai jam 4 pagi," ujarnya menjelaskan.
Namun rupanya tidak ada remaja yang berani menyanggupi tentangan tersebut. "Tapi nggak ada yang berani," imbuhnya.
Masih dilansir Detik, gedung itu sendiri hingga kini masih digunakan sebagai tempat pelayanan masyarakat dan ruang Unit Sabhara. Namun hanya pada bagian lantai bawah.
"Lantai bawah buat kantor, buat Unit Humas, Sabhara, sama pelayanan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian)," jelas Bachrun. "Atas kosong, cuma barang-barang yang kita punya saja, misal ada tenda-tenda, besi-besi."
Pihaknya pun tetap menyalakan lampu-lampu di sana. Hal ini guna mengurangi kesan angker yang ditimbulkan dari gedung tua itu.
"Lampu-lampu tetap kita nyalakan biar nggak angker. Kita tidak mengatakan tempat ini angker, sih," lanjutnya. "Dengan jendela selalu dibuka, supaya nggak ada kesan angker gitu.
(wk/zodi)