Vaksin 'Jadul' Buatan 1921 Ini Siap Dikembangkan untuk Lawan COVID-19, Efektifkah?
Health

Vaksin BCG yang didesain untuk menangkal TBC sudah dikembangkan sejak 1921 silam. Dan kekinian peneliti Inggris menggelar uji klinis untuk mengecek efektivitas vaksin melawan COVID-19.

WowKeren - Berbagai upaya terus dilakukan untuk mengendalikan wabah COVID-19, termasuk dengan menggunakan vaksin. Berbagai jenis vaksin kini sedang dikembangkan di berbagai negara.

Yang tak disangka, peneliti Inggris rupanya saat ini sedang mengembangkan vaksin lawas untuk penangkal COVID-19. Vaksin BCG yang didesain untuk melawan tuberculosis (TBC) diketahui sudah dikembangkan sejak 1921.

Adalah peneliti dari University of Exeter, Inggris yang sedang menggelar uji klinis terhadap vaksin tersebut. Sebanyak seribu orang dilibatkan dalam uji klinis tersebut.

Peneliti menyebut vaksin BCG dirancang untuk melatih sistem kekebalan berkelanjutan terhadap suatu infeksi tertentu. Vaksin BCG disebut-sebut bisa meningkatkan respons terhadap infeksi lain sehingga para ilmuwan berharap bisa menyokong tubuh dalam melawan COVID-19.

Hal ini terbukti dari hasil uji klinis di Belanda yang menyebut vaksin BCG bisa mengurangi jumlah virus demam kuning di dalam tubuh. "Temuan ini bisa jadi sangat penting dalam skala global," ujar Profesor Fakultas Kedokteran Universitas Exeter, John Campbell.


"Meskipun kami tidak berpikir vaksin perlindungan khusus untuk melawan COVID-19," terang Campbell, dilansir pada Senin (12/10). "BCG berpeluang mengisi kekosongan selama beberapa tahun sebelum vaksin COVID dan perawatan lainnya dikembangkan."

Di Inggris, uji klinisnya berlangsung di Brace International. Sedangkan kajian serupa juga berlangsung di Australia, Belanda, Spanyol, dan Brasil, serta melibatkan sekitar 10 ribu orang.

Penelitian ini fokus pada petugas medis yang lebih berisiko terpapar COVID-19. Salah satunya Sam Hilton, seorang dokter umum dari Exeter yang berharap bisa mendapatkan kekebalan tambahan di tengah pandemi COVID-19.

Di sisi lain, efektivitas terhadap vaksin ini sendiri masih terus diteliti lewat uji klinis. Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai vaksin BCG berpotensi menjembatani kesenjangan sebelum vaksin suatu penyakit dikembangkan.

"Ini akan menjadi alat penting dalam mengatasi COVID-19 dan pandemi di masa depan," ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam salah satu artikel di Jurnal Lancet. Namun ia menegaskan bahwa BCG bukanlah solusi jangka panjang terhadap COVID-19.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait