Matsumoto Jun menyatakan bahwa apa kesuksesan grup-grup non-Jepang saat ini merupakan hasil dari apa yang dilakukan Johnny's, label mereka, yang memproduksi grup idol sejak tahun 1960-an.
- Eka Dewi Sofia Putri
- Rabu, 04 November 2020 - 14:58 WIB
WowKeren - Baru-baru ini, netizen Korea dibuat marah karena grup idol Jepang Arashi membuat pernyataan yang seakan merendahkan artis K-pop. Grup tersebut menyatakan bahwa akar kesuksesan grup non-Jepang adalah berkat agensi Jepang yang terkenal Johnny's, yang juga merupakan label mereka.
Member Arashi melakukan mewawancara dengan Variety dan menyebutkan kesuksesan K-pop yang meledak secara global. Matsumoto Jun menyatakan bahwa dia "bukannya menyimpan perasaan negatif" tapi menyatakan bahwa "Apa yang Anda lihat sekarang dengan grup non-Jepang juga semuanya benar-benar berakar pada pekerjaan dasar yang dilakukan Johnny pada tahun 1960-an."
Netizen Korea percaya bahwa "grup non-Jepang" yang dia sebutkan adalah ekspresi tidak langsung dari artis K-pop. Saat ini, K-pop adalah satu-satunya musik yang mendapatkan popularitas dunia di antara musik dari negara-negara Asia.
Matsumoto Jun menyatakan, "Johnny menciptakan begitu banyak boy band selama 60 tahun bekerja dan meninggalkan jejak yang tak terhapuskan tidak hanya di industri hiburan Jepang, dengan membawanya ke standar global, tapi juga pada budaya pop Asia secara keseluruhan, bahkan di luar Jepang, (yang terlihat dalam) kebangkitan generasi pop Asia."
Netizen menafsirkan klaim Matsumoto Jun dalam wawancara tersebut sebagai niat untuk menekankan bahwa ekspansi Arashi ke luar negeri tidak mengikuti K-pop, melainkan bahwa mereka orisinil. Setelah melihat wawancara Arashi, banyak netizen Korea memberikan tanggapan negatif di komunitas online dan media sosial.
"Sepertinya mereka memiliki rasa rendah diri yang kompleks," komentar netizen. "Aku lebih merasa kasihan pada mereka daripada marah saat mereka bilang kesuksesan K-pop adalah berkat Johnny's. Mereka pasti merasa rendah diri," kata netizen lainnya.
"Jadi beginilah cara Arashi menunjukkan kecemburuan mereka terhadap K-pop. Mereka seharusnya lebih tenang," ujar netizen. "Sobat, mereka perlu memahami bahwa membuat pernyataan seperti itu membuat mereka lebih tidak keren." komentar yang lain.
"Bukankah K-pop berakar pada musik barat? Seperti Amerika?" kata netizen. "Mereka tidak akan bisa sukses di Korea dengan visual seperti itu dan kurangnya keterampilan. Beraninya mereka membandingkan grup K-pop dengan grup Jepang," tambah lainnya.
Sebelumnya, Arashi mengumumkan pada Januari tahun lalu bahwa para member akan berpisah. Mereka mengadakan konferensi pers di Tokyo dan menyatakan bahwa grup tersebut akan menghentikan aktivitas mereka pada bulan Desember. Namun, Arashi memulai aktivitas musik mereka dengan merilis single digital berbahasa Inggris "Whenever You Call" alih-alih menghentikan promosi mereka. Oleh karena itu beberapa percaya mereka memutuskan untuk menargetkan industri musik AS sebagai tanggapan atas kesuksesan BTS baru-baru ini dengan "Dynamite."
(wk/dewi)