Peneliti penyakit menular di Amerika Serikat (AS) menjelaskan 4 alasan kepada masyarakat agar tidak perlu memakai masker N95 selama pandemi virus corona (COVID-19). Apa saja?
- Ruth Meliana
- Jumat, 13 November 2020 - 17:48 WIB
WowKeren - Masker saat ini menjadi salah satu “senjata” yang wajib dimiliki oleh setiap orang di dunia. Pasalnya, masker menjadi protokol kesehatan paling utama dalam mencegah penularan virus corona yang telah menjadi pandemi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri telah memberikan informasi mengenai masker jenis apa saja yang dinilai efektif menangkal COVID-19. Salah satu jenis masker yang dinilai paling efektif untuk melindungi diri adalah masker N95.
Meski demikian, para pakar kesehatan justru tidak merekomendasikan masyarakat untuk memakai masker N95. Peneliti penyakit menular sekaligus profesor di Case Western Reserve University Medical School Amerika Serikat (AS), Mark Cameron lantas menjelaskan sejumlah alasan memakai masyarakat tidak perlu memakai masker N95.
Berikut merupakan 4 alasan agar orang-orang tidak perlu memakai masker N95:
1. Masker N95 tidak nyaman dan buat sulit bernapas
Cameron menjelaskan masker N95 memiliki faktor kenyamanan yang rendah. Sebab, masker N95 tidak dapat dipakai oleh siapa pun dengan rambut terurai di wajah.
Selain itu, masker N95 juga membuat tidak nyaman karena pemakainya akan sulit untuk bernapas. Hal ini disebabkan dari bahan masker tersebut yang terbuat dari serat polypropylene non-woven Oleh sebab itu, masker tersebut lebih cocok digunakan saat bekerja di laboratorium dan bukan aktivitas sehari-hari.
2. Masker N95 tidak praktis dan mahal
Harga masker N95 jauh lebih mahal dari masker bedah biasa ataupun masker kain. Karena itu, masyarakat yang memakai masker N95 harus siap-siap mengeluarkan kocek yang mahal. Pasalnya, masker tersebut tidak boleh dipakai lebih dari sekali.
Spesialis penyakit menular di Mayo Clinic, John O'Horo menyarankan masyarakat lebih memilih memakai masker bedah biasa di dalam ruangan. Masker bedah dinilai cukup efektif dalam melindungi diri dari COVID-19 selama ada ventilasi yang baik dan pemakai menghindari kerumunan.
3. Masker N95 hanya memberikan perlindungan satu arah
Cameron menjelaskan masker N95 memang memiliki katup yang memungkinkan pemakainya untuk bernapas. Namun, hal tersebut justru dinilai tidak melindungi orang-orang yang berada di sekitarnya.
4. Masker N95 hanya ditujukan bagi beberapa orang
Seorang pengajar respon terhadap suatu pandemi, Dhillon menjelaskan masyarakat perlu mencari informasi lebih dalam mengenai jenis masker yang dibutuhkan. Pasalnya, N95 hanya ditujukan bagi sejumlah orang yang bekerja di garda depan penanganan pandemi virus corona.
(wk/lian)