Viral Penampakan Ribuan Cerpelai 'Zombie' yang Dimusnahkan Muncul di Permukaan Tanah Kuburan
SerbaSerbi

Sebuah foto menampilkan bangkai cerpelai yang muncul kembali dari permukaan tanah, disiarkan oleh televisi publik DR kemudian viral di media sosial. Salah seorang netizen menyebutkan jika itu merupakan cerpelai 'zombie'.

WowKeren - Ribuan bangkai cerpelai dilaporkan muncul ke atas permukaan di situs pemakaman massal di Denmark Barat. Pemakaman tersebut berlokasi di tempat latihan militer yang berdekatan dengan Holstebro, Denmark, salah satu dari beberapa kuburan massal yang diimprovisasi di seluruh negeri.

Dikutip dari New York Post, Jumat (27/11), bangkai hewan itu muncul dari tanah karena adanya tekanan gas pembusukan yang terakumulasi. Bangkai-bangkai itu kini hanya ditutupi dengan lapisan kapur tipis dan tanah yang sangat berpasir, tambah petugas.

"Ada juga masalah... dengan bangkai cerpelai karena di tekan ke permukaan tanah setelah digali," kata Kementrian Lingkungan Hidup di Pertanian. "ini dianggap sebagai masalah sementara terkait proses pembusukan pada hewan."

"Staf Operasi Nasional, telah mengkoordinasikan penguburan cerpelai ini, dan cerperlai yang mati ditutupi secara berkelanjutan." Pihak berwenang mengatakan bahwa kuburuan massal digali sampai dua setengah meter seperti yang direkomendasikan, lalu ditimbun tanah di atasnya.

Viral Penampakan Ribuan Cerpelai \'Zombie\' yang Dimusnahkan Muncul di Permukaan Tanah Kuburan

AFP


Gambar bangkai cerpelai yang muncul kembali dari permukaan tanah, disiarkan oleh televisi publik DR kemudian viral di media sosial. Salah satu pengguna Twitter menyebutkan kalau tahun 2020 sebagai tahun pembunuhan zombie mutan cerpelai.

Namun, kehebohan tersebut telah dibuktikan dengan penjelasan logis. Dan isu soal cerpelai 'zombie' itu pun hanya hoaks.

Seperti yang telah diketahui, Denmark mengumumkan untuk membantai 15 juta populasi cerpelai, karena mutasi dari COVID-19. Akibatnya, Menteri Pertanian Denmark pun mengundurkan diri dua minggu kemudian setelah pemerintah menemukan kalau mereka tidak memiliki dasar hukum untuk perintah pemusnahan tersebut.

Sementara itu, ahli epidemiologi dan penyakit infeksi WHO, Dr Maria Van Kerkhove menjelaskan mutasi corona adalah hal normal yang terjadi. Bahkan saat ini tengah dikerahkan studi yang mempelajari terkait mutasi corona yang disebabkan oleh cerpelai.

"Virus di cerpelai kami telah melihat ini selama beberapa bulan dan yang kami pahami adalah cerpelai ternyata bebas terinfeksi melalui kontak manusia dan kembali ke manusia, selalu ada kekhawatiran ketika Anda memiliki sirkulasi dan penularan dari manusia ke hewan dan hewan kepada manusia," jelas Kerkhove dalam konferensi pers virtual WHO di Jenewa, Jumat (6/11).

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts