Perlukah Pasien Sembuh COVID-19 Patuh Protokol Kesehatan? Ini Kata Pakar
Health
Pandemi Virus Corona

Pakar kesehatan merespons pertanyaan tentang perlukah pasien sembuh COVID-19 tetap mengenakan masker, mengingat mereka sudah pernah terinfeksi virus SARS-CoV-2.

WowKeren - Wabah COVID-19 masih menjadi masalah yang wajib diselesaikan bersama secara global. Sebab hingga kini jumlah pasien positifnya sudah mencapai jutaan dan seolah tak menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Dunia pun sepakat pengendalian wabah bisa dimaksimalkan dengan penerapan protokol kesehatan secara disiplin, salah satunya mengenakan masker bagi semua individu tanpa terkecuali. Yang kemudian menjadi pertanyaan, perlukah pasien sembuh mengenakan masker mengingat sudah pernah terkena COVID-19 sebelumnya?

Profesor Patrick Kachur dari Columbia University Mailman School of Public Health di New York, Amerika Serikat menunjukkan tidak ada dokumentasi memadai perihal potensi infeksi berulang pada pasien sembuh. Namun masih ada peluang seorang pasien sembuh untuk kembali terinfeksi virus Corona.

"Tampaknya, kena infeksi dari jenis virus yang berbeda secara genetik telah menjadi faktor dalam beberapa kasus reinfeksi yang dilaporkan," terang Kachur, dilansir dari Today. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Petugas Medis di Rumah Sakit Universitas Emory di Atlanta, Colleen Kraft, sembari menambahkan peluang pasien kasus reinfeksi mungkin mengalami gejala klinis yang lebih ringan.


"Kami tidak tahu, tapi kami pikir ketika terinfeksi kembali, Anda mungkin memiliki penyakit yang jauh lebih ringan," jelas Kraft. "Karena sistem kekebalan Anda sudah pernah melawannya."

Karena masih adanya potensi seorang pasien sembuh untuk kembali terinfeksi virus Corona, maka baik Kachur maupun Kraft meminta untuk tetap memakai masker. Apalagi karena saat ini sedang terjadi lonjakan besar kasus COVID-19 secara global, sehingga potensi reinfeksi itu sangat besar meski belum ada pembuktian ilmiah yang memadai.

Menurut Kraft, selain COVID-19, mengenakan masker dapat melindungi dan meminimalisasi penularan virus lainnya. Droplet yang dihasilkan dari tubuh menyebarkan banyak unsur, jadi secara umum hanya memakai masker yang dapat mencegah penyebaran penyakit.

"Untuk penyintas COVID-19, terutama yang sudah punya masalah kesehatan yang membuatnya berisiko tinggi, mereka mungkin memiliki beberapa risiko sisa untuk infeksi lain. Dengan memakai masker, mereka artinya telah memberi proteksi untuk dirinya sendiri," jelas Kachur.

Lagipula, imbuh Kraft, pemakaian masker dapat membantu persepsi publik. Sebab orang tidak bisa mengetahui apakah seseorang kebal terhadap virus atau tidak hanya dari penampilannya saja.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts