Bongkar Fakta Mengejutkan, Peserta 'Produce 101' Season 2 Ini Ungkap Perlakuan Tak Adil Tim Produksi
TV
Manipulasi Voting Seri Produce

Baru-baru ini peserta 'Produce 101' season 2 yang bernama Lee Insoo muncul untuk mengungkap perlakuan tidak adil tim produksi. Penasaran seperti apa penuturan lengkapnya?

WowKeren - Kasus manipulasi seri "Produce" telah menjadi sorotan banyak pihak sejak terkuak pada tahun 2019 lalu. Hingga saat ini, kasus tersebut masih diselidiki dan beberapa persidangan telah digelar untuk mengadili para tersangka utama, termasuk PD Ahn Joon Young dan CP Kim Yong Bum.

Baru-baru ini peserta "Produce 101" season 2 yang bernama Lee Insoo bersama dan Go Yu Jin dari "Produce 48" muncul untuk membahas ketidakadilan yang dirasakan selama berpartisipasi. Pertama-tama Lee Insoo mengungkapkan bahwa untuk menjadi peserta di program tersebut, setiap trainee harus dipilih oleh koneksinya.

"Seseorang yang kukenal bertanya kepada secara acak apakah ku tertarik dengan seri 'Produce 101'. Aku memiliki pengalaman sebelumnya di program audisi yang berbeda dan sementara aku tahu bahwa itu akan menyebabkan tekanan mental, aku memutuskan untuk melakukannya lagi," tutur Lee Insoo.

Lee Insoo menyatakan bahwa "Produce 101" tidak menerima audisi publik. Namun sutradara casting dari CJ Entertainment pergi untuk mencari trainee yang akan ditampilkan. Bahkan menurut Lee Insoo, sutradara casting akan terus dibayar jika trainee yang dibawanya berhasil di program ini.

"Sutradara casting tidak dibayar hanya dengan membawa trainee. Namun jika trainee yang mereka bawa berhasil masuk ke acara tersebut, maka mereka akan dibayar. Kemudian jika trainee terus mendapatkan peringkat yang baik dan tetap bertahan di program, mereka akan dibayar lagi," ungkap Lee Insoo.


Lee Insoo kemudian membongkar fakta mengejutkan di balik segmen hantu yang terkenal dari "Produce 101" season 2. Menurut penuturannya, tidak semua trainee merekam segmen tersebut karena tim produksi hanya memilih beberapa dari mereka.

"Kami memiliki segmen di musim kami di mana kami melakukan lelucon hantu pada para trainee. Dari lelucon itu, ada beberapa teman yang mendapatkan momentum positif. Beberapa dari mereka mendapat julukan dan hal-hal seperti itu. Namun tidak semua 101 trainee mendapat kesempatan untuk merekam lelucon itu," ungkapnya.

"Rekam semua orang yang ada di sana dan pilih reaksi terbaik atau jangan kirim semua trainee untuk merekam program. Jika kalian tidak memperlakukan kami dengan adil dan memberikan kesempatan yang sama, teman-teman yang tidak merekam segmen itu, mereka bahkan tidak mendapatkan kesempatan itu. Itu tidak adil bagi mereka," pungkasnya.

Sementara itu, Mnet telah mengungkapkan permintaan maafnya usai Pengadilan mengungkap daftar trainee yang menjadi korban dari manipulasi voting seri "Produce 101". Selain itu, mereka juga membahas soal kompensasi yang akan diberikan kepada para trainee yang menjadi korban manipulasi.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts