Gejala COVID-19 dan Pneumonia 'Paru-Paru Basah' Nyaris Serupa, Begini Cara Membedakannya
Pixabay/kalhh
Health
COVID-19 di Indonesia

Dalam beberapa kasus COVID-19 yang parah pun bisa menimbulkan gejala selayaknya pneumonia. Lantas bagaimana membedakan gejala di antara kedua penyakit pernapasan ini?

WowKeren - Sebelum COVID-19 mendapat nama resminya dan menjadi pandemi baru dunia, penyakit ini lebih dulu dikenal sebagai pneumonia Wuhan. Pasalnya gejala klinis yang ditimbulkan oleh infeksi virus SARS-CoV-2 ini serupa pneumonia atau yang awam dikenal sebagai paru-paru basah.

Namun tentu saja kini bisa dipastikan pneumonia dan COVID-19 adalah 2 penyakit berbeda meski gejalanya serupa. Lantas bagaimana cara membedakan gejala klinis dari kedua penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) ini?

Sebelum membedakan gejalanya, patut dipahami terlebih dahulu bahwa pneumonia atau paru-paru basah adalah infeksi yang mengakibatkan peradangan pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Infeksi menyebabkan kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru meradang dan dipenuhi cairan atau nanah.

Di sisi lain, COVID-19 dengan kondisi yang ringan atau sedang memang biasanya tidak menunjukkan gejala seperti pneumonia. Namun dalam beberapa kasus yang berat atau parah penyakit bisa berkembang jadi pneumonia dan memicu pasien untuk kesulitan bernapas dan mengurangi saturasi oksigen dalam darah.

Namun karena memicu gejala yang serupa, maka yang patut diwaspadai biasanya demam, batuk, sesak napas, nyeri dada, dan kelelahan. Hanya saja, pneumonia biasanya memicu batuk berdahak, sedangkan COVID-19 lebih cenderung memicu batuk kering.


Dari sisi penyebabnya, dijelaskan oleh Ahli Pulmonologi dr Agus Dwi Susanto, pneumonia umumnya berawal dari ISPA yang terus meradang sampai ke saluran pernapasan bawah atau paru-paru. "ISPA umumnya disebabkan oleh beberapa virus, yakni rhinovirus, influenza virus, dan coronavirus jenis lain," jelas Agus, dilansir dari CNN Indonesia, Senin (11/1).

Sedangkan seperti diketahui, COVID-19 yang bisa berujung pneumonia disebabkan oleh SARS-CoV-2. Kemudian yang membedakan lagi adalah tingkat keparahan dari kedua jenis penyakit.

"Jika sudah ISPA langsung ke dokter, biasanya akan sembuh sendiri dengan mengandalkan kekebalan tubuh. Hanya sebagian kecil yang menjadi pneumonia," jelas Agus. "Sedangkan ISPA pada virus Corona bersifat progresif hingga dengan cepat menjadi pneumonia."

Namun gejala yang sangat mirip ini tentu bias untuk membedakan COVID-19 dan pneumonia akibat ISPA. Karena itulah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut, selain menggunakan tes swab PCR juga lewat hasil CT Scan dan tes laboratorium terkait.

Mengutip Healthline, pneumonia pada COVID-19 cenderung memengaruhi kedua paru-paru. Selain itu, pneumonia pada COVID-19 juga menyebabkan paru-paru memiliki gambaran karakteristik "ground-glass" melalui CT Scan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts