Animal Defenders Indonesia mengungkap fakta-fakta mengejutkan seputar terungkapnya rumah penjagalan kucing di Medan. Salah satunya adalah pemilik rumah membuka katering.
- Ruth Meliana
- Kamis, 04 Februari 2021 - 19:15 WIB
WowKeren - Terungkapnya kasus penjagalan kucing di Medan beberapa waktu lalu terus menguak fakta-fakta mengejutkan. Animal Defenders Indonesia mengaku telah mendapatkan informasi terkait keluarga pemilik rumah jagal kucing di Medan yang ternyata memiliki bisnis katering.
Informasi ini didapat Animal Defenders Indonesia dari warga setempat. “Ada yang menginformasikan keluarga dari pelaku jagal tersebut mempunyai katering,” kata Ketua Animal Defenders Indonesia, Doni Herdaru Tona seperti dilansir dari Detik pada Kamis (4/2).
Tak hanya itu, Doni membeberkan pihaknya juga mendapat informasi rumah tersebut memang sudah menjadi tempat jagal kucing selama belasan tahun. Selain kucing, pemilik rumah juga kerap memutilasi anjing dan babi di tempat itu.
Penjagalan itu memang telah meresahkan warga setempat hingga merugikan banyak orang. Apalagi, kasus ini terungkap setelah adanya laporan kucing peliharaan hilang dan diketahui sudah mati akibat dicuri hingga dimutilasi oleh pemilik rumah jagal.
Doni kemudian mendesak polisi segera mengusut tuntas kasus penjagalan ini. Bahkan, ia menegaskan Animal Defenders Indonesia akan membantu polisi melakukan penyelidikan dimana pemilik rumah menjual daging kucing itu. Diketahui, pemilik rumah jagal itu hingga sekarang masih belum tertangkap polisi.
”Ada yang menyebutkan itu jagal sudah belasan tahun,” beber Doni. “Polisi akan mengembangkan ke mana pelaku jual hasil jagalnya, market-nya di mana saja.”
”Berapa banyak per hari, konsumennya siapa aja, dan sebagainya,” sambungnya. “Hingga kemungkinan diedarkan ke bisnis katering, sepertinya akan ditanyakan oleh polisi saat pelaku nanti sudah ditangkap dan dikembangkan.”
Sebelumnya, seorang warga bernama Sonia Rizkika kehilangan kucing dan mencari peliharaan yang dinamai Tayo. Setelah mencari, ia diberi tahu warga soal pemilik rumah jagal kucing berinisial NS. Sonia pun berinisiatif mendatangi kediaman NS.
Saat sampai di rumah pelaku, Sonia menemukan karung goni berisi kepala dan bagian tubuh kucing. Pemandangan itu semakin mengagetkan dirinya saat ia menemukan kucingnya telah tewas dengan kondisi yang mengenaskan. Tak terima, Sonia langsung melaporkan kejadian itu pada kepolisian.
Cerita Sonia itu juga telah dikonfirmasi oleh warga yang tinggal di sekitar rumah pelaku. Berdasarkan keterangan yang didapat Sonia, NS memang sering menyiksa kucing hingga anjing untuk dikonsumsi.
”Memang semua orang-orang sini sebenarnya pada tahu, kalau bapak yang ini memang suka motongin kucing dan anjing gitu,” kata Sonia seperti dilansir dari CNNIndonesia, Kamis (29/1) lalu. “Memang untuk dikonsumsi. Sekalian minum tuak gitu biasanya.”
(wk/lian)