Gigi Hadid dan Zayn Malik Berencana Besarkan Putrinya Dalam Lingkungan Berbagai Agama Dan Budaya
Selebriti

Baru-baru ini Gigi Hadid mengatakan bahwa dia ingin membesarkan putrinya dalam lingkungan semua jenis budaya, agama, dan spiritualitas.Selain itu ia juga ingin memastikan bahwa Khai, siap menghadapi rasisme.

WowKeren - Kehidupan Gigi Hadid Dan Zayn Malik dalam membesarkan putrinya, Khai memang menarik untuk diikuti. Baru-baru ini Gigi Hadid mengatakan bahwa dia ingin membesarkan putrinya yang berusia 4 bulan itu dalam lingkungan semua jenis budaya, agama, dan spiritualitas.

"Aku merasa seperti aku diizinkan untuk mempelajari setiap agama ketika masih masih kecil. Aku pikir itu baik untuk mengambil bagian berbeda dari agama berbeda yang kalian hubungkan, dan aku pikir itulah cara kita akan melakukannya," kata Hadid dalam wawancara bersama Vogue.

"Aku pikir memberi anak kesempatan untuk mengeksplorasi minat yang berbeda adalah hal yang indah," tambahnya. Selain itu Hadid juga ingin memastikan bahwa Khai, siap menghadapi Islamofobia seperti yang harus dihadapi oleh kakaknya Anwar Hadid selama masa kecil mereka.

"Saudaraku, ketika dia masih di sekolah dasar, seseorang berkata kepadanya, 'Ayahmu seorang teroris,' karena itu terjadi setelah 9/11," katanya. "Aku pikir (Zayn dan aku) sama-sama ingin putri kami memahami sepenuhnya semua latar belakangnya, dan juga kami ingin mempersiapkannya."


Ia juga mengungkapkan ingin mempersiapkan segala kemungkinan terburuk yang diterima Khai jika bersekolah nanti. "Jika seseorang mengatakan sesuatu padanya di sekolah, kami ingin memberinya alat untuk memahami mengapa anak-anak lain melakukan itu dan dari mana asalnya," lanjutnya.

Model berusia 25 tahun itu tumbuh dalam keluarga dengan dua agama. Ayahnya, Mohamed Hadid, adalah Muslim dan ibunya, Yolanda Hadid, adalah seorang Kristen. Hal ini membuatnya tidak asing lagi karena tenggelam dalam beragam budaya sekaligus.

Hadid juga berencana mengekspos putrinya ke budaya keluarganya yang beragam melalui nama yang akan dia gunakan untuk kakek nenek Khai. Dia memberi tahu Vogue bahwa ayahnya Mohamed akan menggunakan "Jido," yang dalam bahasa Arab untuk "kakek" dan Yolanda akan menjadi "Oma," yang berarti "nenek" dalam bahasa Belanda.

Ayah Malik, yang berkebangsaan Inggris-Pakistan, akan dipanggil "Abu", yang berarti "ayah" dalam bahasa Urdu, bahasa nasional Pakistan. Khai juga akan menggunakan bahasa gaul Inggris, seperti "Nini" (bahasa Inggris untuk "Nana"), yang mengacu pada ibu Malik.

Zayn Malik sebelumnya juga berbicara tentang bagaimana terpapar pada agama yang berbeda telah membantu membimbing keyakinannya. Pada November 2018, Zayn Malik mengatakan kepada British Vogue bahwa meskipun dia tidak menyebut dirinya Muslim lagi, dia masih senang dia pernah mengikuti Islam dan akan membawa pelajaran pribadi itu bersamanya.

(wk/putr)

You can share this post!

Related Posts