Bahaya Varian Baru COVID-19 Brasil: Dapat Menginfeksi Lagi Pasien Sembuh
AFP/Tarso Sarraf
Health
Pandemi Virus Corona

Varian baru virus corona (COVID-19) asal Brasil yang dikerap dikenal sebagai P.1 memiliki gambaran mutasi yang unik. Selain itu, virus ini dapat menginfeksi kembali pasien yang sudah sembuh.

WowKeren - Varian baru virus corona (COVID-19) asal Brasil menjadi kekhawatiran baru para ahli kesehatan. Pasalnya, varian baru virus ini disebut-sebut lebih menular dan dapat menginfeksi lagi pasien yang telah sembuh.

Dalam riset kemunculan virus mutan dan penyebarannya di kota hutan Manaus, Amazon, para peneliti mengatakan varian yang dikenal sebagai P.1 memiliki gambaran mutasi yang unik. Varian COVID-19 ini sangat cepat menjadi varian dominan yang beredar di wilayah tersebut.

Dari 100 orang di Manaus yang sebelumnya sembuh dari infeksi COVID-19. "Sekitar 25-61 di antaranya rentan terhadap infeksi ulang P.1," kata Nuno Faria, ahli virus di Imperial College London, yang juga menjadi ketua riset yang belum ditinjau oleh rekan sejawat.

Para peneliti memperkirakan bahwa P.1 1,4-2,2 lebih menular dari bentuk awal virus. Berbicara saat konferensi pers soal temuan tersebut, Nuno mengatakan terlalu dini untuk mengatakan apakah kemampuan varian tersebut untuk menyingkirkan imun dari infeksi sebelumnya mengartikan bahwa vaksin juga akan memberikan sedikit perlindungan terhadapnya.


"Tidak ada bukti kesimpulan yang benar-benar menunjukkan bahwa vaksin yang sekarang tidak akan ampuh melawan P.1," kata Faria. "Saya rasa (vaksin) setidaknya akan melindungi kami dari penyakit, dan kemungkinan juga dari infeksi."

Para ilmuwan di seluruh dunia mewaspadai bentuk mutasi baru virus corona yang dapat menyebar lebih mudah, atau lebih kuat menangkis vaksin yang ada. Riset, yang dilakukan oleh para ilmuwan di universitas Sau Paulo Brasil dan Oxford Inggris, memperlihatkan bahwa varian P.1 kemungkinan muncul di Kota Manaus pada awal November 2020.

Adapun infeksi diidentifikasi pada 6 Desember. "Kami lantas melihat bagaimana P.1 dengan cepat menyalip garis keturunan lainnya dan kami menemukan bahwa proporsi tumbuh P.1 dari nol hingga 87 persen selama sekitar delapan pekan," ujar Faria dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, varian virus corona Brasil ini telah menyebar di Inggris. Menteri Kesehatan Inggris Hancock mengatakan saat ini, pihaknya tidak memiliki informasi yang menunjukkan bahwa varian baru virus corona Brasil telah menyebar lebih jauh.

Satu dari enam orang yang terinfeksi mutasi baru virus corona Brasil tersebut, belum diidentifikasi. Akan tetapi, pencarian telah mempersempit dari seluruh negara menjadi 379 rumah tangga di tenggara Inggris.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts