COVID-19 Belum Tuntas, Peneliti Tiongkok Temukan Virus Baru yang 94 Persen Mirip
Pixabay/Thiago Lazarino
Health

Peneliti Tiongkok menemukan 4 virus baru dari tubuh kelelawar di Provinsi Yunnan dan mengidentifikasi salah satunya, RpYN06 dengan kemiripan sampai 94,5 persen dibandingkan SARS-CoV-2.

WowKeren - Wabah COVID-19 belum menemui titik terang walau sudah lebih dari setahun "menemani" penduduk Bumi. Bahkan beragam varian hasil mutasi virus ini bermunculan dan tak jarang dikhawatirkan menimbulkan kekebalan terhadap vaksin.

Dan di tengah krisis tersebut, peneliti Tiongkok malah menemukan jenis virus baru yang disebut-sebut sangat mirip dengan SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Dikutip dari Express, Ahli Virologi Tiongkok menemukan virus ini di tubuh kelelawar dan diidentifikasi 94 persen menyerupai penyebab COVID-19.

Melansir Republic World, virus ini diberi nama RpYN06 dan ditemukan kelompok peneliti dari Shandong First Medical University dan Shandong Academy of Medical Sciences di Tainan.

Dituturkan lebih lanjut, virus ini diidentifikasi setelah memeriksa lebih dari 411 sampel kelelawar dari 23 spesies yang berbeda. Spesies-spesies kelelawar ini dikumpulkan dari tahun 2019 sampai 2020 di Provinsi Yunnan, Tiongkok.


Total ada 4 virus baru yang teridentifikasi dari hewan-hewan ini. Namun virus RpYN06 lah yang memiliki kemiripan sampai 94,5 persen dengan SARS-CoV-2 karena kesamaan dari bentuk protein lonjakannya.

"Dari data ini kita mendapatkan 24 genom utuh virus Corona, termasuk 3 jenis baru virus yang berhubungan dengan SARS-CoV-2 dan 3 genom SARS-CoV-2 terkait. Dari virus-virus ini, RpYN06 memiliki sekuens identitas yang 94,5 persen mirip dengan genom keseluruhan SARS-CoV-2 dan paling erat dari segi hubungan kekeluargaannya dengan SARS-CoV-2 karena gen ORF1ab, ORF7a, ORF8, N, dan ORF10," demikian kutipan hasil riset para ilmuwan, dilansir pada Senin (15/3).

Temuan virus baru ini pun memicu kekhawatiran akan timbulnya pandemi baru yang disebut "Disease X". Beberapa waktu lalu pakar-pakar kesehatan dunia mengingatkan potensi "Disease X" yang bisa menimbulkan pandemi baru yang lebih berbahaya, yang kini dikaitkan dengan temuan RpYN06.

Pandemi COVID-19 sendiri sampai saat ini belum menemui garis akhir karena gelombang serangan yang berbeda-beda di setiap negara. Kekhawatiran soal kapan pandemi berakhir kian ramai dikemukakan seiring dengan banyaknya mutasi yang dilaporkan, meski belakangan kekebalan kelompok juga terus dikejar lewat program vaksinasi COVID-19.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait