Drama Jang Dong Yoon 'Joseon Exorcist' menuai kontroversi hebat atas distorsi sejarah dan penggunaan alat peraga bergaya Tiongkok. Setelah kontroversi meluas, ratusan ribu orang menuntutnya untuk berhenti tayang.
- Eva Lestari
- Kamis, 25 Maret 2021 - 09:45 WIB
WowKeren - "Joseon Exorcist" menuai kontroversi hebat meski baru tayang pekan ini. Setelah kontroversi meluas, ratusan ribu orang menuntut tim produksi untuk menghentikan penayangannya.
Sebelumnya, drama yang dibintangi oleh Jang Dong Yoon ini dikrtik atas distorsi sejarah dan penggunaan properti bergaya Tiongkok. Meski SBS hingga perusahaan produksi telah menyampaikan permohonan maaf, reaksi buruk terus berlanjut karena episode kedua memasukkan lebih banyak elemen dengan gaya Tiongkok.
Belum terlihat akan mereda, kontroversi tersebut bahkan telah sampai di situs resmi Blue House (Istana Presiden Korea Selatan). Sebanyak 128 ribu orang telah menandatangani petisi yang menuntut "Joseon Exorcist" untuk berhenti tayang.
Petisi tersebut diajukan dengan keprihatinan yang menyatakan bahwa, "Jika drama tersebut dikategorikan sebagai fantasi, maka mereka seharusnya membuat karakter baru. Mereka menggunakan tokoh sejarah yang nyata. Jika penonton asing menonton drama ini, mereka akan berpikir bahwa penggambaran karakter era Joseon dalam drama itu nyata."
Pembuat petisi menjelaskan bahwa kontroversi ini bukan hanya contoh yang spesifik, namun mereka juga ingin mencegah kejadian serupa terulang di masa depan. "Kami meminta Blue House untuk mencegah terjadinya distorsi serius dalam sejarah kita di masa depan," tuntut mereka.
Di samping itu, pembuat petisi juga menyarankan para aktor untuk memilih drama dengan lebih bijak. "Meminta para aktor yang memilih untuk tampil dalam drama dengan masalah yang begitu problematik untuk merefleksikan keputusan mereka (kenapa) melakukannya," tutup mereka.
Sementara itu, kontroversi "Joseon Exorcist" bermula saat penonton menemukan sejumlah alat peraga bergaya Tiongkok di episode perdananya. Drama ini semakin dikecam karena penggambaran yang tidak akurat tentang sejarah Korea Selatan.
Setelah kontroversi meluas, SBS dan perusahaan produksi memutuskan untuk menunda penayangan episode pekan depan. Mereka juga menghapus video yang ada di layanan VOD dan memperbaiki sejumlah adegan yang kontroversial.
(wk/eval)