Sharon Osbourne Bicara Soal 'Hak Istimewa Kulit Putih', Sebut Pangeran Harry 'Poster Boy'
AP Photo/Mark Von Holden
Selebriti

Sharon Osbourne belum lama ini menuai sorotan terkait perselisihannya dengan Sheryl Underwood tentang ras, tentang kritik Piers Morgan yang sangat kontroversial terhadap Meghan Markle.

WowKeren - Mantan pembawa acara "The Talk" Sharon Osbourne buka-bukaan selama wawancara pertamanya usai meninggalkan acara tersebut. Ia menyinggung anggota Keluarga Kerajaan tentang apa yang disebutnya "hak istimewa kulit putih".

Sharon menyebut Pangeran Harry sebagai contoh representasi dari hak istimewa kulit putih, atau yang disebutnya "poster boy". Diketahui, Sharon belum lama ini menuai sorotan terkait perselisihannya dengan Sheryl Underwood.

"Anda Tahu ketika orang-orang berbicara mengenai hak istimewa kulit putih? Anda tahu, di sanalah Harry. Dia adalah poster boy," ujarnya. Ia kemudian memberikan contoh tentang apa yang dimaksudnya.

"Jadi, Anda tahu, dia duduk di sana dan berkata 'ayah pecat dia (seseorang) maka dia tidak akan digaji lagi,' lalu dia mengejeknya. Anda tidak dapat merasakan empati untuk itu karena Anda adalah pria muda yang sehat, cerdas, dan berpendidikan," tegas Sharon. "Anda dapat melakukan apa pun yang Anda ingin lakukan."


Terkait kontroversi yang membuatnya menjadi sorotan akhir-akhir ini, hal itu bermula ketika dia bertengkar dengan Sheryl terkait ras, tentang kritik Piers Morgan yang sangat kontroversial terhadap Meghan Markle, serta wawancara Harry dengan Oprah Winfrey.

Sharon mengatakan pemecatannya disebabkan sebagian karena "cancel future" setelah pihak televisi mengatakan dia "tidak sejalan dengan nilai-nilai (mereka)". Ia juga mengatakan kepada pewawancara, Bill Maher bahwa dia marah dan terluka.

"Saya telah mendapat berbagai macam sebutan dalam hidup saya, saya begitu terbiasa dengan itu," ujarnya. "Tetapi jika disebut rasis saya tidak bisa menerimanya."

Meski demikian, ia menegaskan jika dirinya masih baik-baik saja. Menurutnya, banyak orang di luar sana yang harus menerima konsekuensi hanya karena dianggap tidak sesuai dengan yang dianggap benar.

"Saya baik-baik saja," lanjutnya. "Bagaimana dengan orang-orang yang bertekuk lutut yang tidak mampu mendapatkan pelajaran tentang apa yang benar secara politis? Apa yang terjadi pada mereka? Itu tidak adil. Ini bukan berarti rasis. Mungkin itu tentang ketidaktahuan mengenai apa yang benar dan memahami bahasa di waktu tersebut. Apa yang dianggap benar akan berubah dari hari ke hari."

(wk/zodi)

You can share this post!