Tsania Marwa Syok dan Kecewa Proses Eksekusi Anak Jadi Konsumsi Publik
Instagram/tsaniamarwa54
Selebriti
Konflik Atalarik Syah vs Tsania Marwa

Belum lama ini, Tsania Marwa gagal melakukan eksekusi anak setelah memenangkan hak asuh. Tsania mengaku kecewa dan syok karena kejadian itu menjadi konsumsi publik.

WowKeren - Baru-baru ini, usaha Tsania Marwa untuk menjemput anaknya berakhir kisruh. Meski demikian, mantan istri Atalarik Syah tersebut tidak menyangka bahwa kejadian itu menjadi konsumsi publik.

Tsania mengungkapkan perasaannya mengenai peristiwa itu di kanal YouTube Maia Estianty pada Kamis (6/5). Ketika disinggung tentang kejadian eksekusi anak yang disiarkan langsung di sebuah stasiun televisi, ibu dua anak itu mengaku tidak tahu apa-apa.

"Bukan, aku nggak tahu apa-apa. Justru aku syok. (Sudah ada mobil dari TV) meliput aku, dan ternyata untuk live delay," jawab Tsania. "Jadi memang saat pas eksekusi itu sekitar kurang lebih jam 10, jam 2 sudah tayang. Dan jam kondisi pas tayang itu aku masih ada di rumah tersebut."

Ketika ditanya bagaimana perasaan Tsania saat itu, ia mengungkapkan, "Ya, sedih sih, Bun. Pasti kecewa lah. Kecewa. Karena maksud aku gini, ini eksekusinya aja belum selesai, Bun, udah jadi konsumsi publik. Kaki aku aja belum melangkah keluar dari rumah itu, udah ada di TV."

Selama proses eksekusi, Tsania tidak diperbolehkan membawa handphone dan merekam penjemputan anaknya. Di lain pihak dengan adanya media yang meliput di rumah Atalarik, ia berkomentar, "Aku sih bukan mau suudzon, ya. Cuman, maksudnya itu pasti udah ada perjanjian dong. Nggak mungkin tiba-tiba diatur jadi live."


Menghadapi situasi tersebut, Tsania mencoba menyuarakan protesnya karena ada 10 orang anggota keluarga Atalarik di sana. Berbeda dengan Tsania, mereka diperbolehkan membawa ponsel dan merekam dirinya.

Selain itu, Tsania memprotes adanya media di rumah itu ketika ia dilarang membawa ponsel dan kamera. Akan tetapi, protes itu tidak diindahkan oleh pihak mantan suaminya dan justru ia mendapat jawaban yang tidak memuaskan.

"Balik lagi, mereka dengan catatan, 'Ini rumah saya, saya bisa melakukan apa yang saya mau. Mau rekam, mau ada siapapun bisa.' Di situ saya juga, oh... aku merasa, sori, tapi nggak ada azas keadilan. Ini cerita kita mau fokus eksekusi anak jadi kayak melebar ke mana-mana," jelas Tsania.

Dengan adanya media yang meliput dan keluarga Arik di rumah saat eksekusi berlangsung, Tsania merasa bahwa hal itu tidak adil. Karena aktris kelahiran 1991 itu berpikir bahwa anaknya akan diserahkan baik-baik untuk pulang bersamanya. Ia tidak menyangka bahwa proses menjemput kedua anaknya bisa berlangsung begitu alot.

"Aku dateng boro-boro anaknya disiapin, Bun. Orang anaknya ngunci di dalem kamar. Terus juga ya, dengan keadaan ternyata pengadilan tidak bisa menindak tegas banyak pihak-pihak yang tidak berkepentingan tapi hadir. Nggak bisa disterilisasi, gitu. Aku pikir akan disterilisasi," tutupnya.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts