Jerinx SID menulis pernyataan soal Covid-19 dalam postingan Instagram terbaru. Ia juga menyingggung tentang virus-virus bahaya lain yang sudah ada sebelum pandemi Covid-19.
- Trias Rohmadoni Alandari
- Kamis, 01 Juli 2021 - 11:11 WIB
WowKeren - Belakangan ini Jerinx SID makin kritis mengeluarkan opini terkait Covid-19. Bahkan Jerinx siap menerima undangan Deddy Corbuzier membahas Covid-19 tapi ngotot podcast harus dilakukan di Bali.
Dalam postingan Instagram, Jerinx menegaskan pernyataannya tentang Covid-19. Sembari memajang foto sang istri, Nora Alexandra, Jerinx menegaskan tak pernah memberi pernyataan bahwa Covid-10 tidak ada. Namun Jerinx mengatakan bahwa Covid-19 tidak berbahaya apalagi mematikan.
"UNTUK TERKAHIR KALINYA SAYA TEGASKAN — saya TIDAK PERNAH bilang jika C19 itu TIDAK ADA. Yang bisa membuktikan sebaliknya, silakan," tulis Jerinx di postingan Instagram pada Kamis (1/7).
"Yang SELALU saya utarakan dalam SETIAP KESEMPATAN DISKUSI PUBLIK adalah C19 itu ADA namun TIDAK BERBAHAYA apalagi mematikan (Jokowi dan Terawan juga kemukakan hal serupa)," sambung Jerinx.
Jerinx kemudian menyinggung virus-virus lain berbahaya yang sudah ada sebelum pandemi Covid-19. Drummer Superman Is Dead ini pun mengkritik "sistem baru" yang melabeli semua penyakit menjadi Covid-19 sejak tahun 2020.
"Dan bukankah sejak sebelum plandemi juga ada banyak VIRUS lain yg memang BERBAHAYA bagi lansia dan penyandang riwayat komorbid akut?," lanjut Jerinx. "Bukankah sblm plandemi juga banyak manusia yg meninggal, dan STATISTIK MEMBUKTIKAN sebelum dan sesudah plandemi angka kematian RELATIF sama (cek unggahan @jeg.bali kemarin) — pekan lalu Wagub Bali, Cok Ace, juga kemukakan hal serupa — tentu dalam konteks statistik di Bali."
"Bedanya, sejak 2020 ada 'sistem baru' yg mengarahkan semua penyakit menjadi C19. Cek statistik kematian akibat penyakit selain C19, semuanya MENURUN bahkan nyaris HILANG karena hampir semua penyakit dilabeli sbg C19," sambung Jerinx.
Pria pemilik nama asli I Gede Ari Astina ini juga memaparkan informasi tentang tingkat kematian akibat Covid-19. Ia juga menyinggung soal sisi kemanusiaan yang diobrak-abrik dengan adanya virus Corona.
"C19 memilki 99,8% Survival Rate (lebih tinggi dari statemen resmi pak JKW — 94%) yg jika DILOGIKAKAN artinya kemungkinan anda mati ketimpa PIANO klasik tahun 1955 saat anda berenang di tengah pantai Kuta jam 4 pagi itu LEBIH TINGGI ketimbang mati kena C19," tambah Jerinx.
"Sekarang coba Tanyakan secara SERIUS hal ini ke versi TERJUJUR dari diri anda; Wajar tidak jika SISI KEMANUSIAAN kita diobrak abrik, ekonomi bangsa KITA dihancurkan, mental anak KITA dibuat idiyot dgn sekolah online, budaya, tradisi & agama ditekan dan dilemahkan... HANYA KARENA KITA TAKUT DGN VIRUS YG DAYA BUNUHNYA DI BAWAH 1% ini? Masuk akal gak?" kata Jerinx.
"Selain memiliki kodrat sbg makhluk Sosial, manusia juga terlahir dengan naluri Filosofis — dan secara filosofi, MANUSIA YG RELA MENYERAHKAN SEMUA KEMERDEKAANNYA KARENA RASA TAKUT YG IRASIONAL & BERLEBIHAN ADALAH MANUSIA YANG TIDAK SIAP HIDUP. Berani 'Hidup'? Ya harus berani 'Mati'!" tutup Jerinx.
(wk/tria)