banyak yang mengatakan BTS telah kehilangan jati diri mereka dengan bernyanyi dalam bahasa selain bahasa Korea, terutama bahasa Inggris. Namun ada banyak orang yang tidak setuju.
- Chusnul Chotimah
- Senin, 12 Juli 2021 - 16:46 WIB
WowKeren - Baru-baru ini muncul kontroversi di mana orang mengatakan bahwa BTS (Bangtan Boys) telah kehilangan jati diri mereka dengan bernyanyi dalam bahasa selain bahasa Korea, terutama bahasa Inggris. Namun ada banyak orang yang tidak setuju.
Selain bahasa Korea, BTS telah merilis lagu-lagu dalam bahasa Jepang sejak lama. Jika yang dipermasalahkan adalah menyanyikan lagu dalam bahasa lain, grup yang digawangi RM (Rap Monster) dan kawan-kawan ini akan disebut kehilangan jati diri mereka sejak lama.
Jadi yang dipermasalahkan sebenarnya bukan BTS bernyanyi dalam bahasa lain, tapi orang berpikir bahwa lagu BTS dalam bahasa Inggris hanya ditujukan untuk pasar Amerika Serikat yang dianggap sedikit rasis dengan musik dalam bahasa lain.
Meski banyak netizen yang mempermasalahkan rilisan bahasa Inggris BTS, tidak sedikit yang mengtakan bahwa mereka tidak perlu meminta izin siapa pun untuk menyanyi lagu. Suga sendiri pernah mengatakan bahwa semua lagu adalah sama saja terlepas dari bahasanya.
BTS berusaha menjangkau penggemar dari seluruh dunia dengan musik mereka. Dengan mereka bernyanyi dalam bahasa Inggris, mereka tidak hanya menantang diri mereka sendiri, itu juga merupakan cara bagi mereka untuk berbagi pesan dan hal positif dengan audiens yang lebih global.
Kontroversi mengenai BTS yang merilis lagu bahasa Inggris dianggap berlebihan. Berbicara tentang musik BTS, mereka memiliki karier delapan tahun dengan diskografi yang sangat besar dan beragam. Itu adalah sesuatu yang sangat mengagumkan tentang mereka.
Banyak artis cenderung terjebak dengan gaya musik yang sama, biasanya karena disukai publik. Namun BTS tidak takut untuk menggabungkan gaya yang berbeda dalam pekerjaan atau nyanyian mereka dalam bahasa yang tidak sepenuhnya mereka kuasai.
Ketika ditanya apa alasan penggemar tertarik dengan musik mereka, Suga menjawab, "Kupikir kekuatan terbesar kami adalah kami mengirim pesan yang dapat dipahami oleh orang-orang di usia remaja, dua puluhan, dan tiga puluhan dan memberikan kenyamanan melalui musik kami."
BTS terus melakukannya bahkan dengan bernyanyi dalam bahasa Inggris karena tidak masalah dalam bahasa apa kamu menyampaikan pesan, yang penting adalah memberi orang harapan dan kekuatan yang mereka butuhkan.
Beberapa netizen juga mengatakan bahwa "Dynamite" dan "Butter" tidak memiliki lirik yang dalam, tapi ini tidak membuat mereka kurang istimewa. BTS sendiri pernah berbicara tentang bagaimana terkadang sulit untuk membuat lagu dengan pesan yang mendalam, tapi itu bukan halangan untuk memberikan kenyamanan kepada pendengar.
BTS mengatakan bahwa lagu-lagu ini bisa menjadi penyemangat untuk para pendengar, mengirimkan energi yang baik kepada mereka selama masa-masa sulit akibat COVID-19. "Permission to Dance" yang baru dirilis juga mendapatkan pujian karena liriknya yang penuh harapan.
Netizen memuji bagaimana BTS mencoba memberi harapan di saat orang-orang dari segala usia sedang berjuang, di mana situasinya tidak membaik, dan ketika semua yang ingin mereka lakukan adalah pergi keluar dan bertemu satu sama lain setelah berbulan-bulan berpisah.
Tidak peduli lagu bahasa Korea, Jepang atau Inggris, netizen merasa BTS hanya berusaha menyampaikan pesan mereka pada penggemar. Netizen juga mengatakan bahwa sangat berlebihan jika mereka disebut kehilangan jati diri hanya karena bahasa yang mereka gunakan dalam lagu.
Bagaimana menurut kalian?
(wk/chus)