Ternyata Ini yang Jadi Alasan Marshanda Enggan Rebut Hak Asuh Sienna dari Ben Kasyafani
Instagram/marshanda99
Selebriti

Setelah bercerai, hak asuh anaknya Marshanda akhirnya jatuh pada Ben Kasyafani. Marshanda kemudian mengungkapkan alasan mengapa ia enggan mengajukan banding atas putusan hakim tersebut.

WowKeren - Diketahui bahwa Marshanda dan Ben Kasyafani telah resmi becerai sejak November 2014 silam. Dan akhirnya hak asuh putri semata wayang mereka, Sienna Ameerah Kasyafani pun jatuh pada Ben.

Namun pada saat itu Marshanda enggan untuk mengajukan banding agar hak asuh Sienna jatuh padanya. Bukan tanpa alasan, Marshanda mengaku ogah memperpanjang konflik sehingga menerima keputusan hakim.

"Aku memutuskan untuk tidak naik banding (soal perceraian dan hak asuh anak) waktu itu karena aku nggak suka banget kayak perang gitu loh dalam proses perceraian," kata Marshanda dalam perbincangan dengan Luna Maya dan Marianne di kanal YouTube TS Media.

Padahal kala itu pengacara Marshanda berusaha untuk menjelek-jelekkan Ben agar perempuan yang akrab disapa Caca ini mau merebut hak asuh Sienna dari Ben. Namun Marshanda kemudian meyakini bahwa ke depannya Ben pasti akan berubah menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi.


"Kayak pengacara aku menggali aku untuk ngejelek-jelekin Ben, pengacara Ben ngegali Ben untuk ngejelek-jelekin aku. Terus aku suka berpikir, kenapa gue harus ngejelek-jelekin dia? Emang sih, gue mau cerai sama dia," terang Marshanda.

"Tapi, kan hal-hal yang buruk di dia itu dulunya aku terima ketika masih nikah, kenapa sekarang gue keluarin itu dan buat seakan-akan gue nggak pernah menerima itu dan use it against him sebagai senjata. Aku pikir kayak, yaudahlah, aku percaya di dalam waktu yang panjang Ben akan lebih dewasa dan kita akan bisa fair dalam bagi waktu sama Sienna. Dan it came true," lanjutnya.

Lantas kini Marshanda pun hanya bisa menemui dan menghabiskan waktu bersama putrinya di akhir pekan saja. Ia juga menceritakan kenapa pada saat itu hakim memutuskan hak asuh Sienna jatuh ke tangan Ben.

"Kejadian yang awalnya buat aku sulit diterima cuma aku ngerti. 2014 saat proses perceraian, nggak banyak yang ngerti masalah kesehatan mental. Jadi hakim berpikir kalau seorang ibu punya bipolar disorder dia nggak akan bisa ngurus anak," terang Marshanda.

"Itu satu-satunya alasan kenapa aku kehilangan hak asuh. Aku sudah didiagnosa bipolar dari 2009. Aku nikah 2011, cerai 2014. Jadi sebenarnya kan udah ada track record aku tetap sekolah, bekerja, urus anak. Tapi, hakim mungkin nggak se-educated itu about mental illness, sehingga dia berpikir akan berisiko untuk anak atau apa," pungkasnya.

(wk/lail)

You can share this post!

Related Posts