Perusahaan kereta di Jepang telah menyulap sedemikian rupa gerbong kereta mereka untuk direnovasi sehingga bisa difungsikan sebagai kantor bersama untuk bernostalgia.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 18 Agustus 2021 - 14:29 WIB
WowKeren - Perusahaan kereta api Jepang Tokyu Railways Co. menawarkan cara unik untuk menghilangkan rasa bosan bagi mereka yang sudah jenuh dengan budaya kerja dari rumah atau WFH. Seperti diketahui, pandemi COVID-19 telah mengubah 180 derajat budaya kerja yang sebelumnya dilakukan di kantor kini harus dilakukan di rumah.
Bagi sebagian orang, perubahan dari WFO ke WFH bisa memberikan dampak seperti rasa bosan. Bagaimana tidak, saat WFH tentu tidak bisa merasakan suasana kantoran di mana ada banyak orang lainnya yang juga melakukan aktivitas bekerja.
Perusahaan tersebut telah menyulap sedemikian rupa gerbong kereta mereka untuk direnovasi sehingga bisa difungsikan sebagai kantor bersama. Tentu saja, tujuannya adalah untuk menawarkan rasa nostalgia bagi mereka yang putus asa untuk pergi ke tempat lain untuk bekerja di tengah pembatasan pandemi corona yang masih berlaku.
Pengguna bisa memilih untuk bekerja di dalam gerbong kereta yang telah direnovasi dari seri MoHa 510. Gerbong ini dibangun pada awal Era Showa (1926-1989) dan digunakan hingga tahun 1989 di jalur Tokyu perusahaan atau di salah satu pesawat pascaperang produksi dalam negeri pertama Jepang yang dioperasikan oleh sebuah grup perusahaan.
Untuk menyediakan fasilitas ini, Tokyu Railways menghabiskan sekitar 2 juta yen. Anggaran tersebut dipergunakan untuk memasang meja, stopkontak, dan akses internet untuk menciptakan lingkungan kerja yang efisien di ruang kerja yang telah direnovasi.
Ruang kerja ini memiliki kapasitas tempat duduk hingga 29 orang. Sedangkan tarifnya adalah sekitar 200 yen per jamnya. "Tidak banyak kantor bersama di daerah pinggiran kota, jadi kami bisa mengantisipasi permintaan," kata pihak perusahaan.
Ruang Kerja ini dibuka mulai 1 Agustus di Gedung B Museum Kereta dan Bus. Diketahui, Gedung B museum ditutup pada Februari 2020 setelah virus corona muncul di Jepang. Perusahaan akhirnya memutuskan untuk menutup gedung tersebut. Pasalnya, gedung itu memiliki arena Kids World di mana sulit untuk menghindari pengaturan kontak dekat.
(wk/zodi)