Pimpinan DPR Tanggapi Pengakuan Jujur Krisdayanti Soal Gaji Anggota Dewan Banyak Dipotong
Instagram/krisdayantilemos
Selebriti

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad ikut buka suara mengklarifikasi pernyataan menghebohkan Krisdayanti. Sufmi membeberkan rincian soal gaji anggota dewan yang disebut mendapat banyak potongan.

WowKeren - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengklarifikasi pernyataan Krisdayanti terkait gaji anggota dewan yang banyak mendapat potongan. Dasco menjelaskan, yang disampaikan Krisdayanti tersebut bukanlah gaji sebagaimana yang dipahami masyarakat selama ini.

Potongan gaji yang dimaksud KD, sapaan akrab Krisdayanti, rupanya uang reses dan uang untuk kunjungan ke daerah pemilihan alias dapil. "Ini yang perlu saya klarifikasi, yang dimaksud gaji kan take home pay, sementara yang disampaikan Krisdayanti itu termasuk uang reses dan uang kunjungan dapil," beber Sufmi Dasco Ahmad kepada awak media, Rabu (15/9).

Bukan untuk kepentingan pribadi, Dasco memaparkan bahwa uang-uang tersebut digunakan untuk kegiatan di dapil. Seperti melakukan kunjungan hingga membuat program untuk konstituen. "Jadi itu uangnya nggak ke kita," jelas Dasco.

"Uangnya itu untuk kegiatan di dapil, buat menggaji apa namanya tim di dapil, buat perjalanan, membuat kegiatan. Seperti KD bilang kan selama Covid, ya sembako kita kasih masker dan lain-lain dari uang itu, sehingga itu bukan keperluan kita pribadi, apalagi kemudian dimakan sendiri," sambungnya.


Sebelumnya, Krisdayanti dengan gamblang menyebut jumlah gaji yang diterimanya selama menjabat jadi anggota DPR RI. Hal itu disampaikan istri Raul Lemos ini melalui sebuah konten video YouTube Akbar Faizal yang tayang pada Senin (13/9).

"Setiap tanggal 1 Rp16 juta, tanggal 5 Rp59 juta ya kalau tidak salah," ujar Krisdayanti blak-blakan.

Selain itu, Krisdayanti juga mengungkap perihal dana aspirasi. Anggota Komisi IX DPR itu mengaku menerima dana aspirasi Rp450 juta. Bukan hanya sekali, ibu empat anak ini mengaku mendapat dana aspirasi sebanyak 5 kali dalam setahun.

"Dana aspirasi, itu memang wajib untuk kita. Namanya juga uang negara. Dana aspirasi itu Rp450 juta lima kali dalam setahun," papar Krisdayanti.

"Kami juga harus menyerap aspirasi di 20 titik, itu kehadiran kita. Mohon maaf kepada senior saya ini saya upayakan semaksimal mungkin. Saya akan tergetar hati saya kalau tidak menyampaikan nilai-nilai kemasyarakatan," pungkasnya.

(wk/lara)

You can share this post!

Related Posts