Kabar soal Rachel Vennya kabur dari Wisma Atlet mendapatkan sorotan dari seorang ahli Epidemiologi. Disebutkan bahwa aksi tersebut bisa mengancam kesehatan publik.
- Lailatul Maghfiroh
- Selasa, 12 Oktober 2021 - 13:38 WIB
WowKeren - Nama Rachel Vennya hingga kini masih ramai menjadi bahan pergunjingan. Ia disebut-sebut kabur saat melakukan karantina di Wisma Atlet. Diketahui, Rachel baru saja pulang dari Amerika Serikat karena urusan pekerjaan.
Kabar tersebut lantas juga mendapatkan tanggapan dari ahli Epidemiologi Universitas Griffith, Dicky Budiman. Ia menyebut bahwa tindakan Rachel itu berpotensi mengancam kesehatan publik.
Dicky Budiman mengatakan bahwa kemungkinan Rachel membawa serta merta varian baru dari luar negeri dan masuk ke Indonesia. Oleh karenanya, seharusnya siapapun wajib menuntaskan masa karantina, meski dalam kondisi sudah vaksinasi COVID-19 lengkap dan hasil tes COVID-19 negatif.
“Siapapun namanya karantina itu tanggung jawab sosial dan wajib untuk diikuti, dan kalau di negara-negara maju ya tidak melakukan itu dapat denda besar bisa puluhan juta kalau di negara yang tegas,"ucap Dicky seperti dikutip dari Detik.com, Senin (11/10). "Karena karantina itu kunci keberhasilan kesehatan publik dari potensi ancaman masuknya virus apapun dari luar dalam situasi seperti ini.”
Dicky juga menjelaskan bahwa setiap orang bisa memilih hotel untuk mendapat kenyamanan selama menjalani masa karantina bila memang enggan dikarantina di fasilitas terpusat. Dengan begitu mereka yang menjalani karantina bisa disiplin karena merasa nyaman. Namun tentunya harus siap biaya yang ditanggung sendiri.
“Selain dia vaksinasi lengkap kemudian ingat itu sebenarnya bisa di hotel yang ditunjuk pemerintah secara fasilitas, karena dia bayar sendiri misalnya, lebih membuat dia nyaman dan terduga tetap disiplin,” pungkasnya.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis Rachel belum juga memberikan klarifikasi soal kabar dirinya kabur dari karantina. Sang ibunda, Vien Tasman juga mengaku tak tahu menahu soal masalah tersebut.
(wk/lail)