Saat melakukan wawancara belum lama ini, Rozalin dan Emma 'Street Woman Fighter' mengungkap kesulitan terbesar yang dirasakan para penari. Berikut penuturan lengkap mereka.
- Eva Lestari
- Jumat, 29 Oktober 2021 - 12:41 WIB
WowKeren - Baru-baru ini Emma dan Rozalin kru WANT "Street Woman Fighter" muncul dalam editorial Cosmopolitan Korea. Dalam kesempatan ini, mereka berbicara tentang menjadi penari, pengalamannya berpartisipasi dalam "Street Woman Fighter" dan masih banyak lagi.
Selama wawancara, Rozalin menyatakan bahwa penari profesional tidak selalu mendapatkan pengakuan maupun pujian yang layak. Padahal mereka selalu membuat koreografi untuk idol maupun selebriti lainnya.
Di samping kurangnya pengakuan dari publik, ada satu masalah serius yang dihadapi para penari. Secara khusus, Emma menjelaskan bahwa para penari tidak menerima royalti untuk pekerjaan mereka.
Emma menjelaskan, "Komposer yang dibayar untuk lagu dan hak cipta, tapi penari bahkan terkadang tidak mendapatkan bayaran untuk pembuatan draft. Bahkan jika koreografinya dipilih, bayaran yang mereka dapatkan tidak setinggi yang kalian bayangkan."
Ketika komposer menulis lagu untuk idol, mereka akan mendapatkan sejumlah uang tergantung pada keberhasilan lagu tersebut. Padahal, koreografi juga menjadi bagian penting dari sebuah pertunjukan maupun penampilan idol di atas panggung.
Emma menambahkan bahwa meskipun mereka berusaha keras untuk menciptakan koreografi untuk berbagai artis dan acara, mereka tidak mendapatkan penghargaan dan pembayaran yang pantas. "Kami melakukan banyak upaya dalam koreografi dan tampil selama konser artis dan di banyak acara musik," ungkapnya.
Kendati demikian, Emma menerangkan bahwa para penari tidak memperjuangkan hak yang sama. Sebab beberapa hal tak berjalan lancar ketika sejumlah penari berniat membentuk serikat pekerja.
Pada akhirnya, Emma mengungkap tujuan utamanya mengikuti "Street Woman Fighter". Dia berharap dapat membuat publik lebih memperhatikan kerja keras para penari serta peran penting mereka di industri hiburan.
"Dulu, 'Asosiasi Hak Cipta Koreografer' hampir terbentuk, tapi tidak berjalan dengan baik. Melalui program ini, aku harap akan tercipta suasana di mana koreografer dapat diperlakukan secara adil," pungkasnya.
(wk/eval)