Baru-baru ini lirik yang ditulis J-Hope dalam lagu BTS 'Ma City' untuk menghormati kampung halamannya, Gwangju, menuai sorotan karena mengandung sejarah kota tersebut.
- Chusnul Chotimah
- Selasa, 21 Desember 2021 - 14:29 WIB
WowKeren - Drama JTBC "Snowdrop" yang dibintangi Jisoo BLACKPINK (Black Pink) dan Jung Hae In menuai kontroversi karena dituding mendistorsi sejarah Korea Selatan. Di tengah kontroversi, lagu BTS (Bangtan Boys) "Ma City" mendadak disorot oleh netizen. Kenapa?
"Ma City" adalah lagu kelima dari album "The Most Beautiful Moment in Life," yang dirilis BTS pada 2015. Para member memberikan penghormatan kepada kota asal mereka. Seperti diketahui, tidak ada member BTS yang orang Seoul asli.
Baru-baru ini lirik yang ditulis J-Hope untuk menghormati kampung halamannya, Gwangju, menuai sorotan karena mengandung sejarah kota tersebut. Bagian dari lirik yang dimaksud memiliki terjemahan, "Jika kamu ingin melihatku maka berkumpul di 7. Semua orang ayo panggil, 062 - 518."
Gwangju berada di arah jam 7 dari Seoul, serta menunjukkan arah Korea Utara di peta. Ilbe masih mencoba untuk mengklaim bahwa Pemberontakan Gwangju pada tanggal 18 Mei terjadi karena Korea Utara dan menolak untuk melihat bukti apapun.
Forum Ilbe umumnya sangat diskriminatif tapi secara khusus menganiaya orang-orang kota Gwangju karena mereka memiliki 98 persen suara untuk partai sayap kiri. Ilbe menyebut Gwangju "jam 7," menyiratkan bahwa mereka bekerja dengan Korea Utara.
Setiap kali angka "7" disebutkan, itu adalah saat Ilbe menunjuk ke kota Gwangju. Angka 062 mewakili kode area untuk Kota Gwangju. Angka 518 melambangkan 18 Mei 1980, hari Gerakan Demokrasi, di mana banyak mahasiswa dan guru terlibat di dalamnya.
Sementara "Snowdrop" dikritik karena dianggap mendistorsi sejarah, terutama karena drama ini juga ditayangkan secara global, BTS menuai pujian karena membuat ARMY ingin tahu tentang sejarah penting di Korea Selatan dengan lagu-lagu mereka.
"Lirik ini juga menyindir Ilbe. Dan berkat itu, penggemar internasional Bangtan telah belajar banyak tentang gerakan demokrasi Gwangju," komentar netizen. "Penggemar asing sering berkata, 'Jika aku tidak mendengarkan lagu BTS, aku tidak akan pernah tahu tentang acara penting seperti itu,'" tambah netizen lain.
"Suga juga membuat lagu tentang 5.18 sebelum debut dan aku pernah melihat pann membahasnya sebelumnya. Lagu itu sangat bagus dan langsung menyoroti sekitar 5.18," sahut yang lain. "Mereka pantas mendapat pujian untuk ini jadi di mana masalahnya?" ujar netizen.
"Orang-orang menyebut ini disengaja (untuk menyindir 'Snowdrop')? Mereka layak mendapatkan dipuji karena melakukan sesuatu yang baik. Idola-idola ini menggunakan pengaruh mereka dengan cara yang baik untuk membuat penggemar internasional belajar tentang sejarah Gwangju," pungkas lainnya.
(wk/chus)