Drama JTBC Lain 'Until the Morning Comes' Dirumorkan Hentikan Syuting usai Isu Distorsi Sejarah
Instagram/clover_company
TV

Selain 'Snowdrop', drama JTBC lainnya bertajuk 'Until the Morning Comes' baru-baru ini dirumorkan telah menghentikan proses produksinya setelah diprotes soal isu penyimpangan sejarah.

WowKeren - Menyusul kontroversi distorsi sejarah drama JTBC "Snowdrop", ada drama JTBC lain yang juga terlibat kontroversi yang sama. Drama yang belum resmi tayang itu dirumorkan akan mengudara setelah "Snowdrop" selesai.

Drama yang dimaksud adalah "Until the Morning Comes". Diketahui bahwa judul tersebut adalah drama berikutnya yang akan tayang setelah "Snowdrop", tetapi drama yang akan datang ini juga terlibat dalam kontroversi yang menyebabkan kekhawatiran bahkan sebelum penayangan perdananya.

"Until the Morning Comes" yang dibintangi Han Suk Kyu dan Jung Yu Mi ini telah terlibat dalam spekulasi romantisme partai komunis China. Drama ini didasarkan pada novel misteri Cina "The Long Night" yang ditulis oleh Zi Jinchen. Ceritanya berkisar pada kasus pembunuhan yang terjadi beberapa dekade lalu. Seorang mantan jaksa dan korban terus-menerus menggali kasus pembunuhan untuk sampai ke dasar kasus.

Namun, novel asli Tiongkok "The Long Night" telah dikritik karena memuat konten yang mempromosikan Xi Jinping, Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok. Oleh karena itu, cerita ini diduga membenarkan dan mempromosikan gerakan antikorupsi yang merupakan proses pembersihan statis pemerintahan Xi Jinping,dan mengisyaratkan kejatuhan lawan politik Presiden Xi Jinping.


Selain itu, ada juga komentar masa lalu di mana penulis aslinya, Zi Jinchen sendiri mencemooh dan merendahkan kekuatan pro-demokrasi Hong Kong dari gerakan kemerdekaan Hong Kong. Pada Agustus 2019, ia mengunggah di Weibo, "Siapakah orang-orang yang menyerukan kemerdekaan Hong Kong? Ini adalah orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan yang layak, malas dan menganggur, dan kemudian tiba-tiba suatu hari mereka mengatakan bahwa mereka akan menjadi revolusioner."

"Beberapa teman saya adalah sutradara yang bodoh dan beberapa penulis mendukung kemerdekaan Hong Kong. Saya benar-benar ingin mengeksposnya, tetapi saya pikir ini juga merupakan pendekatan yang kejam dan tidak etis," tulis penulis Zi Jinchen pada bulan yang sama ia mengutarakan tentang merendahkan kekuatan pro demokrasi.

Sehubungan dengan kasus Zi Jinchen, yang berulang kali mengungkapkan pandangan negatif tentang demokrasi yang termasuk gerakan kemerdekaan Hong Kong "The Long Night" juga menghadapi kritik karena memuliakan Xi Jinping dan memuji sistem Partai Komunis. Publik telah menyatakan bahwa mereka tidak dapat menerima kenyataan bahwa novel semacam itu bisa diadaptasi dan didramatisasi oleh JTBC, sebuah perusahaan penyiaran Korea Selatan. Apalagi, kritik terhadap JTBC semakin meningkat karena "Snowdrop" yang diliputi kontroversi distorsi sejarah, romantisasi militer dan penghinaan terhadap gerakan pro-demokrasi.

Tampaknya JTBC sadar akan kontroversi tersebut karena mereka telah menghentikan syuting untuk drama "Until the Morning Comes". Tiga hari yang lalu, dilaporkan bahwa drama tersebut telah menghentikan syuting setelah menyelesaikan rekaman untuk episode 8. Alasan penghentian tidak diungkapkan, tetapi banyak yang menduga bahwa alasan penghentian tersebut adalah karena kontroversi yang berkembang atas distorsi sejarah dan romantisasi partai komunis Tiongkok.

Sementara itu, pihak stasiun TV JTBC telah menarik perhatian warga Korea Selatan yang tetap menayangkan drama "Snowdrop" meski telah diprotes besar-besaran. JTBC sendiri telah memberikan pernyataan tegas terhadap permasalahan tersebut.

(wk/taki)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!