Postingan yang menuai kontroversi itu dibuat pada Selasa (1/2) namun kini sudah dihapus, yang memperlihatkan foto dari pemakaman Jumat (4/2) lalu untuk petugas NYPD yang gugur.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 05 Februari 2022 - 23:00 WIB
WowKeren - Pemenang Oscar Susan Sarandon telah menyatakan permohonan maaf secara terbuka terkait postingan di media sosialnya. Postingannya itu menuai kontroversi karena membandingkan polisi yang menghadiri pemakaman perwira yang gugur dengan fasisme.
Postingan itu tak pelak membuat marah serikat pekerja polisi dan pejabat lainnya di New York. Pada Jumat (4/2), ia mengaku menyesal telah memberikan pernyataan semacam itu.
"Saya sangat menyesal dengan meme yang baru-baru ini saya bagikan di Twitter yang menyertakan foto pemakaman Petugas Jason Rivera," tulisnya di Twitter. "Saya bereaksi cepat terhadap gambar itu tanpa menghubungkannya dengan pemakaman polisi dan saya menyadari sekarang betapa tidak sensitif dan sangat tidak sopannya apa yang saya lakukan."
Ia pun meminta maaf kepada anggota keluarga petugas yang gugur tersebut. "Saya dengan tulus meminta maaf kepada keluarga Petugas Rivera dan Mora karena menyebabkan rasa sakit tambahan selama masa duka mereka," lanjutnya.
Sementara itu, postingan yang menuai kontroversi itu dibuatnya pada hari Selasa (1/2) namun kini sudah dihapus. Postingan itu memperlihatkan foto tweet dari layanan pemakaman Jumat lalu untuk petugas NYPD yang gugur Jason Rivera.
Dalam gambar, ribuan petugas polisi terlihat berbaris di Fifth Avenue di luar Katedral St. Patrick. Di atas foto, sebuah keterangan berbunyi, "Saya akan memberi tahu anak-anak saya seperti apa fasisme itu."
Ketika Sarandon membagikan tangkapan layar, dia menyertakan keterangan tambahan yang mengatakan, "Jadi, jika semua polisi ini tidak diperlukan untuk KEJAHATAN hari itu, bukankah itu berarti mereka tidak diperlukan SETIAP hari?"
Diketahui, Rivera dan rekannya Wilbert Mora terbunuh dalam penembakan bulan lalu saat menangani kasus perselisihan rumah tangga di Harlem Manhattan. Sejumlah organisasi termasuk New York Police Benevolent Association serta National Fraternal Order of Police turut mengecam Sarandon.
"Dari semua hari bagi @SusanSarandon untuk membagikan perasaannya yang sebenarnya terhadap polisi, dia memilih hari saat kita mengubur saudara kita yang gugur untuk membuat komentar yang menghasut dan tidak masuk akal seperti itu," kata mereka.
(wk/zodi)