Peta tersebut menunjukkan lokasi utama yang diidentifikasi dibagi menjadi area publik hingga tempat wisata di sekitar desa Yeonsan. Namun ada tempat yang menuai kontroversi.
- Chusnul Chotimah
- Rabu, 23 Maret 2022 - 16:24 WIB
WowKeren - Peta sebuah desa di Busan menimbulkan kontroversi karena mengungkapkan di mana nenek Jungkook BTS (Bangtan Boys) dulu tinggal, diduga tanpa persetujuan idol tersebut dan penduduk setempat.
Menurut Busan Ilbo, Pusat Kesejahteraan Sosial Desa Yeonsan di Distrik Yeonje, Busan, bersama dengan Dewan Keamanan Komunitas Distrik Yeonje, telah menerbitkan peta desa Yeonsan pada tahun 2021.
Peta tersebut menunjukkan lokasi utama yang diidentifikasi dibagi menjadi area publik, tempat wisata, dan sekolah-sekolah di sekitar desa Yeonsan. Namun ada tempat yang dianggap melanggar privasi Jungkook.
Di tengah peta, ada tempat yang ditandai dengan tulisan, "Rumah tempat nenek Jungkook BTS dulu tinggal (saat ini kosong)." Rumah yang kini kosong dan tidak berpenghuni tersebut juga diklasifikasikan sebagai objek wisata.
Menurut media, kartografer desa mengklaim bahwa keterangan itu ditulis sedemikian rupa dengan tujuan untuk mempromosikan pariwisata desa. Pusat Kesejahteraan Desa Yeonsan menjelaskan kepada media, "Saat menggambar peta desa, disarankan untuk memasukkan elemen yang menarik, jadi kami memutuskan untuk memasukkan lokasi yang berhubungan dengan idol."
Namun, menurut media ini, dipastikan bahwa penandaan tempat itu dilakukan tanpa diskusi dan persetujuan dari Jungkook, BTS, dan penduduk desa. Penduduk terdekat mengeluhkan ketidaknyamanan dan mengkritiknya, menyebutnya sebagai pelanggaran privasi.
Kebanyakan dari mereka tidak puas. Seorang warga mengatakan kepada media, "Aku tidak tahu di mana lokasinya, tetapi anak-anak muda datang dan menanyakan lokasi tempat ini." Dia berkata, "Tidak sopan bagi penduduk setempat untuk menandai area perumahan di peta sebagai kediaman nenek penyanyi terkenal."
Orang-orang juga mengkritik pengungkapan keberadaan kerabat seorang selebriti tanpa persetujuan sebelumnya. Seorang warga mengatakan kepada media ini, "Rasanya menyenangkan berada di dekat tempat mereka dulu tinggal, tetapi tidak nyaman ketika orang-orang berkumpul di sekitar area perumahan tanpa mendapatkan persetujuan dan pergi ke tempat-tempat di mana kerabatnya tinggal. Kupikir begitu."
(wk/chus)