Biz Korea melaporkan bahwa Layanan Kesehatan Nasional cabang Yongsan menyita apartemen Nine One Hannam milik Jimin pada 25 Januari 2022. Big Hit langsung merilis pernyataan.
- Chusnul Chotimah
- Minggu, 24 April 2022 - 20:54 WIB
WowKeren - Apartemen Jimin BTS hampir disita karena tunggakan premi asuransi kesehatannya. Dilaporkan bahwa member BTS (Bangtan Boys) itu baru membayar tunggakan hanya setelah surat penyitaan dikirim empat kali.
Menurut laporan Biz Korea, telah dikonfirmasi bahwa Layanan Kesehatan Nasional cabang Yongsan menyita apartemen Nine One Hannam milik Jimin pada 25 Januari 2022. Jimin membeli apartemen 293,93 inci ini seharga 5,9 miliar won (sekitar Rp85,4 miliar) pada Mei tahun lalu.
Daftar real estat menyatakan bahwa penyebab pendaftaran adalah penyitaan (departemen pengumpulan kualifikasi-505) dan pemegang haknya adalah Perusahaan Asuransi Kesehatan Nasional.
Mengingat pendaftaran sita baru dibatalkan pada 22 April, tiga bulan setelah pendaftaran sita, Jimin diperkirakan terlambat melunasi tunggakan premi asuransi kesehatan. Selama periode penyitaan, Asuransi Kesehatan Nasional dilaporkan telah mengirimkan empat surat pendaftaran penyitaan kepada Jimin.
Selain Nine One Hannam, Jimin juga dicurigai atas spekulasi yang sama setelah membeli Apartemen Jugong di Banpo-dong seharga 4,08 miliar won (sekitar Rp59 miliar) pada November 2018, yang saat itu sedang direkonstruksi.
Sebagai tanggapan, Big Hit Music selaku agensi BTS mengatakan bahwa itu adalah kelalaian perusahaan hingga Jimin tidak membayar premi asuransi kesehatan.
Big Hit Music secara resmi memberi pernyataan kepada Newsen pada 24 April, "Dalam hal ini, perusahaan pertama kali menerima surat yang tiba di asrama artis, dan dalam proses mengirimkannya kepada artis, kelalaian terjadi karena kesalahan dalam beberapa surat."
Agensi melanjutkan, "Jimin tidak mengetahui keterlambatan karena jadwal luar negeri, liburan panjang, dan jadwal luar negeri berikutnya sejak akhir tahun lalu. Kami meminta maaf karena telah menimbulkan kekhawatiran bagi artis dan penggemar karena kelalaian kami."
(wk/chus)