Tak Ada Kafetaria, Rumor Nam Joo Hyuk Potong Antrean Saat Makan Siang Dibantah Teman Sekolah
Instagram/management_soop
Selebriti

Dispatch ikut turun tangan mencari kebenaran isu bullying Nam Joo Hyuk saat masih duduk di bangku sekolah yang mana tercatat jika terduga korban sudah sepatutnya menerima permintaan maaf atas kejadian tidak enak ketika di kafetaria.

WowKeren - Sederet idu bullying yang menyeret nama Nam Joo Hyuk nyatanya terus menjadi perbincangan hangat. Pasalnya, aktor satu ini menerima deretan tudingan dari seseorang yang mengaku jika ia adalah korban intimidasi Nam Joo Hyuk semasa sekolah dulu.

Isu bullying yang membawa nama Nam Joo Hyuk telah dibantah keras oleh agensinya Management SOOP. Bagaimana tidak, rumor tersebut langsung beredar cepat sehingga merugikan pihak Nam Joo Hyuk. Atas perkara ini, media Korea Dispatch pun turun tangan membeberkan sejumlah penelusuran kebenaran isu bullying yang dituduhkan kepada Nam Joo Hyuk.

Pada Selasa (5/7), Dispatch membeberkan secara rinci terkait hasil wawancaranya dengan pihak teman-teman sekolah Nam Joo Hyuk. Secara mengejutkan, dengan begitu banyak informan yang memberikan kesaksian mereka semua membantah tudingan yang diberikan kepada aktor kelahiran 1994 itu.

Salah satu tudingan yang diungkapkan seorang terduga korban adalah Nam Joo Hyuk melempar pensil dan memotong antrean saat makan siang. Berdasarkan klaim tersebut, Dispatch pun ingin melihat klaim yang dibuat sebelum meninjau yang lainnya. Mereka mencatat bahwa informan pertama mengubah ceritanya sendiri yang mana awalnya mengaku telah diintimidasi selama enam tahun sebelum mengubahnya menjadi tiga tahun.


Klaim terakhir yang dicek silang oleh Dispatch adalah bahwa Nam Joo Hyuk akan memotong antrean untuk makan siang lagi-lagi terbantahkan. Pasalnya, salah satu informan menyebutkan jika mereka makan di dalam kelas karena tidak ada kafetaria saat itu.

"Karena ini adalah kelas laki-laki, mereka kadang-kadang akan berjuang untuk menjadi yang pertama makan. Waktu makan siang di kelas anak laki-laki seperti medan perang. Itu selalu terjadi di kelas saya juga," ungkap Park yang namanya disamarkan dan merupakan seorang alumni.

"Tidak ada kafetaria saat itu. Kami akan makan di dalam kelas. Jika kamu yang pertama berbaris, maka kamu makan pertama. Sebagian besar anak laki-laki berlomba-lomba untuk bisa makan paling cepat. Saya tidak berpikir ini akan dianggap sebagai intimidasi sekolah," ungkap S1 (nama disamarkan), teman sekelas saat kelas 12.

"Memotong antrean untuk makan siang sekolah? Itu tidak jelas. Penting untuk makan dengan cepat di kelas anak laki-laki. Misalnya, itu bahkan lebih penting ketika ada kompetisi kelas nanti. Namun itu bukan suasana di mana siswa akan dikeluarkan dari barisan," tulis S2 (nama dihapus), teman sekelas kelas 12 turut memberi kesaksian.

Hal ini membuat Dispatch mencatat jika tidak ada yang tahu siapa informan yang menyebarkan isu bullying tersebut. Karena outlet media pertama tetap diam tentang identitas informan, Dispatch menyakini jika kedua belah pihak akan segera mengadakan pertemuan pertama mereka dengan polisi.

(wk/taki)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait