Setelah meraih prestasi membanggakan, lagu baru aespa tersebut mencatat rekor buruk hanya dalam waktu satu hari. Hal ini memicu perdebatan di kalangan penggemar K-Pop.
- Chusnul Chotimah
- Senin, 11 Juli 2022 - 09:51 WIB
WowKeren - Pencapaian lagu comeback aespa "Girls" di chart Spotify Global menjadi topik perbincangan hangat di kalangan penggemar K-Pop. Setelah meraih prestasi membanggakan, lagu tersebut mencatat rekor buruk hanya dalam waktu satu hari.
Kembali pada 8 Juli 2022, comeback dengan mini album "Girls" yang memuat title track berjudul sama. Lagu ini debut di peringkat ke-147 Global Spotify Chart dengan jumlah streaming lebih dari satu juta kali.
"Girls" tercatat sebagai lagu girl grup K-Pop yang dirilis tahun 2022 dengan jumlah streaming terbanyak di hari pertama setelah "TOMBOY" milik (G)I-DLE, membuat penggemar semakin bangga.
Sayangnya pencapaian "Girls" di hari kedua tidak begitu bagus. Lagu tersebut tidak terlihat di Top 200 Global Spotify Chart, menjadikannya sebagai lagu girl grup dengan charting terpendek di tahun 2022.
Rekor ini dijadikan bahan untuk mengolok-olok aespa oleh sejumlah netizen, mengingat Karina dkk belakangan dipuji-puji sebagai girl grup terbaik dari generasi keempat.
Sementara banyak netizen yang membela aespa, tidak sedikit yang mengkritik SM Entertainment terlalu berambisi untuk membidik pasar musik global dan Amerika Serikat tanpa menguatkan basis penggemar mereka di Korea lebih dulu.
"Sejak kapan kita hanya punya satu chart untuk mengukur kesuksesan? Mereka hanya terhuyung-huyung secara digital kali ini dan selain dari tangga lagu digital, bukankah aespa adalah grup yang menempati peringkat terbaik dari girl grup generasi ke-4? Selain penjualan fisik, mereka memenangkan penghargaan dan memiliki nilai buzz yang tinggi," komentar netizen.
"Peringkat digital mereka bahkan tidak dianggap gagal. Peringkat entri mereka bagus dan mereka mempertahankan posisi mereka di 20 besar jadi bisakah kalian menyebut ini gagal?" tambah netizen lain.
"SM sangat tidak tahu apa-apa tentang pasar Barat sebenarnya cukup menyedihkan. Mengabaikan basis domestik mereka juga tampaknya berdampak negatif pada rilis ini juga. Semoga SM kembali ke strategi sebelumnya," sahut yang lain.
"Mereka harus berpegang pada pasar domestik mereka dan kemudian fans internasional akan mengikuti secara otomatis. SM telah mencoba masuk ke pasar AS sejak jauh-jauh hari sebelumnya dan tidak pernah begitu sukses," pungkas lainnya.
(wk/chus)