Hanung Bramantyo sempat membagikan reaksi anak saat menonton film 'Miracle In Cell No. 7'. Terkait fenomena tersebut, psikolog anak ini memberikan tanggapannya.
- Dessy Novitasari
- Sabtu, 24 September 2022 - 22:29 WIB
WowKeren - "Miracle In Cell No. 7" versi Indonesia hingga kini masih tayang di bioskop. Film itu pun sukses tembus 4,2 juta penonton sejak hari penayangannya. Tidak sedikit penonton mengaku menangis saat menyaksikan film ini.
Film "Miracle In Cell No. 7" sendiri dapat disaksikan oleh semua umur, termasuk anak-anak. Para orangtua pun banyak mengajak anak mereka menyaksikan film yang dibintangi oleh Vino Bastian itu.
Belum lama ini, Hanung Bramantyo sempat membagikan video reaksi dari anak-anak yang menonton film "Miracle In Cell No. 7". Ada anak yang terlihat menangis setelah menonton film tersebut.
Terkait fenomena ini, psikolog anak, Jane Cindy Linardi, M.Psi, Psi pun buka suara. Jane menyebut film itu telah melibatkan emosi dari setiap karakter. Sehingga, penonton sudah membangun empati dari tokoh-tokoh yang ada dalam film "Miracle In Cell No. 7".
"Dari segi penceritaan, penonton dibawa masuk untuk mengenal karakter-karakternya terlebih dahulu, sehingga penonton membangun empati terhadap tokoh-tokoh, turut merasakan emosi dari tokoh-tokoh tersebut," ungkap Jane dilansir dari Kumparan.
Salah satu karakter yang mencolok dalam film tersebut adalah Dodo Rozak, yang diperankan oleh Vino Bastian. Jane memuji akting Vino yang dianggap bisa membawakan karakter Dodo sebagai penyandang disabilitas dengan sangat apik.
"Vino G. Bastian bisa deliver karakter Dodo sebagai individu dengan disabilitas intelektual dengan sangat baik. Hal ini juga bisa membantu masyarakat awam untuk lebih aware dengan kondisi individu dengan disabilitas intelektual," tutur Jane.
Akting Graciella Abigail sebagai Kartika, anak Dodo Rozak, juga perlu diacungi jempol. Bagi Jane, peran Kartika bisa mengajarkan anak tentang bagaimana konsep menyanyangi dan membantu orangtua dengan tulus.
"Di film ini bagus sekali digambarkan soal konsep 'anak mengasuh ortu' pada adegan Kartika menyiapkan bekal, handuk, dan baju ganti untuk bapaknya bekerja, kemudian mengingatkan ayahnya untuk makan, dan ketika bapaknya bekerja jualan balon pun anaknya yg mengantarkan balon-balonnya dan meminta fee yang fair ke pembeli," ujar Jane.
Selain akting Vino dan Graciella, penggabungan elemen musik di film itu juga berhasil mengocok emosi para penonton. Menurut Jane, anak-anak menangis saat menonton "Miracle In Cell No. 7" adalah suatu hal yang wajar.
"Memang musik tersebut tujuannya untuk membangun emosi yang sedang ditampilkan dalam adegan film. Untuk anak-anak yang menangis dan memeluk ortunya setelah menonton, artinya mereka punya kepekaan emosi yang baik," jelas Jane.
"Anak-anak yang menangis adalah sebuah kewajaran, artinya mereka bisa berempati dengan tokoh dalam film dan ikut merasakan kesedihan. Bisa juga nanti orang tua-orang tua yang ajak anaknya nonton, tanyakan ke anak, apa yang mereka rasakan setelah nonton film tersebut, nanti bisa digali lebih dalam," pungkasnya.
(wk/dess)