Informan B mengekspos kasus gelar ilegal A ke media, namun dia dituntut atas pencemaran nama baik. B dibebaskan pada bulan Juli karena tidak cukup bukti.
- Farida Amalia Dwi Yanti
- Kamis, 06 Oktober 2022 - 18:02 WIB
WowKeren - Seorang idol cowok populer belum lama ini dilaporkan membeli gelar sarjana ilegal. Seorang informan berinisial B awalnya membeberkan kepada media Korea WikiTree bahwa dirinya dituntut atas informasi palsu.
Informan B mengatakan, "Para penuduh menuntut (diriku) karena menyatakan informasi palsu lewat pengakuanku. Namun hasil penetapanku sebagai tersangka dinyatakan tidak bersalah."
Sebelumnya,mantan member grup idol terkenal berinisial A, ditunjuk sebagai profesor full time Departemen Tari di Sekolah Seni Korea pada tahun 2020. Meski hanya lulus dari sekolah menengah, A mengadakan kelas teori dan praktik tari.
Namun A dibeberkan secara ilegal membeli gelar sarjana di Universitas Nasional Filipina seharga 8,2 juta won (sekitar Rp88 juta) melalui ibu dari member idol terkenal lainnya berinisial C untuk melanjutkan posisinya sebagai profesor.
Saat itu, dilaporkan bahwa A dan C mengganti pakaian musiman mereka beberapa kali dan mengambil foto yang dimanipulasi untuk berpura-pura seolah-olah mereka telah menyelesaikan nilai mereka di sekolah tersebut.
Segera setelah mengambil foto, keduanya menerima sertifikat gelar palsu dan sertifikat pendidikan palsu. Ketika B, yang mengetahui hal ini, mengekspos kasus gelar ilegal A ke media, dia dituntut atas pencemaran nama baik dengan menyebarkan fakta palsu. Namun B dibebaskan pada bulan Juli karena tidak cukup bukti.
Informan B mengatakan kepada WikiTree dirinya merupakan telah belajar selama lebih dari 10 tahun untuk gelar Ph.D. "Aku tahu lebih baik daripada siapa pun bahwa dibutuhkan banyak waktu, uang, dan upaya untuk mendapatkan gelar. Sebagai pekerja pendidikan publik, aku tidak dapat mengabaikan ini setelah mengetahuinya," ujar B.
Informan B menambahkan, "Aku hanya melaporkan kasus ini untuk kepentingan umum dan demi menjamin hak siswa di Sekolah Seni Korea. Aku tidak meminta apa pun untuk kepentingan pribadiku dan telah menyerahkan semua data yang membantah klaim para penuduh selama penyelidikan polisi."
(wk/amal)