Politikus Han Ki Ho menentang pemberian pengecualian wamil BTS. Dalam argumennya, Han Ki Ho mengklaim lirik lagu milik Suga menjadi salah satu alasan grup itu harus wamil.
- Farida Amalia Dwi Yanti
- Sabtu, 08 Oktober 2022 - 15:56 WIB
WowKeren - Pertemuan para petinggi Korea Selatan untuk membahas wajib militer BTS digelar pada Jumat (7/10). Politikus dari Partai Demokrat Korea bernama Sul Hoon angkat bicara mendukung pemberian pengecualian layanan wajib BTS.
Dalam kesempatan itu, politikus yang juga anggota parlemen itu bertanya kepada Komisaris Lee Ki Shik, "Komisaris, apakah anda tahu The Beatles? Apakah anda tahu bahwa ada grup bernama BTS, yang dianggap setara dengan The Beatles?"
Politikus Sul Hoon melanjutkan, "Lihatlah gambaran yang lebih besar. Apa yang akan anda pilih? Menurut pendapat saya, masalah ini harus ditinjau secara menyeluruh. Kami harus benar-benar mempertimbangkan apa yang terbaik untuk Republik Korea."
Sang politikus menambahkan bahwa BTS telah berkontribusi lebih banyak dalam hal pengaruh bagi Korea Selatan. Kontribusi itu bahkan lebih dari apa yang akan mereka sumbangkan melalui sekitar dua tahun wajib militer.
"Tidak dapat disangkal bahwa BTS bermain peran nomor 1 dalam membuat Korea Selatan sebagai negara yang dikenal di seluruh dunia saat ini. Jika BTS dibubarkan, itu sendiri merupakan kerugian terbesar bagi Korea Selatan," imbuhnya.
Politikus Sul Hoon juga menyinggung dua member BTS yang kemungkinan harus menghentikan aktivitas mereka pada akhir tahun 2022 ini. "Itu berarti tidak ada lagi BTS seperti yang kita tahu. Akankah kita duduk dan menonton saat itu terjadi?" lanjutnya.
Namun, politikus lain dari People Power Party bernama Han Ki Ho menentang pemberian pengecualian layanan wajib untuk BTS. Dalam argumennya, Han Ki Ho mengklaim lirik lagu milik Suga menjadi salah satu alasan grup itu harus wamil.
Politikus Han Ki Ho berkata, "Ini adalah lirik yang mereka tulis. 'Kami akan pergi ke militer sendiri ketika saatnya tiba, jadi kalian semua b** ***** yang ingin menjual nama kami untuk sepotong kue kami, kalian semua diam saja'."
Sang politikus membeberkan bahwa alasan BTS membuat lagu seperti itu pasti karena ada begitu banyak kontroversi mengenai wamil mereka. "Jadi mengapa ada perdebatan tentang topik ini sejak awal? Mereka sendiri mengatakan ingin wamil," ungkapnya.
Politikus Han Ki Ho menegaskan, "Memperpanjang seluruh masalah ini dapat menghasilkan kontradiksi serius dalam masyarakat kita, menciptakan kesenjangan sosial, memungkinkan kelompok-kelompok tertentu untuk menjalankan hak istimewa, dan memberikan lebih banyak hak istimewa kepada yang sudah 'memiliki'."
Komisaris Lee Ki Shik dari Administrasi Tenaga Kerja Militer juga ikut memberikan tanggapan. "Saat ini terjadi penurunan jumlah relawan yang ingin berdinas di militer. Belum lagi, bagian terpenting dari wajib militer adalah pemerataan dan keadilan. Dalam hal ini, aku yakin banyak yang menginginkan BTS untuk menjalankan tugas wajib mereka," ujar Komisaris Lee Ki Shik.
(wk/amal)